GROBOGAN, Mediajateng.net – Kondisi Waduk Kedung Ombo (WKO) cukup memprihatikan. Selain areal sabuk hijau (greenbelt) yang mengelilingi waduk dalam kondisi gundul, volume air yang ada juga menurun drastis. Untuk mengurangi dan mencegah kondisi waduk seperti itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana bersama Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air PSDA) Jateng melakukan penghijauan kembali di area greenbelt, Rabu (30/11).

Aksi penanaman kembali dilakukan bersama unsur pimpinan daerah Kabupaten Grobogan, Sragen dan Boyolali di Pulau Dombang, yang berlokasi di tengah Waduk Kedungombo.
“Kita menanam sekitar 4.000 pohon penghijauan. Diharapkan dengan penghiajauan kembali di area sabuk hijau bisa mencegah proses sedimentasi waduk,” ujar Kepala Dinas PSDA Jateng Prasetyo BudhieYuwono, usai menanam bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni dan perwakilan Pemkab Sragen dan Boyolali.
Disebutkan, luas area sabuk hijau Waduk Kedung Ombo ada sekitar 2.000 hektare. Sekitar 800 hektare atau 40 persen diantaranya dalam kondisi kritis karena adanya penebangan liar. Hal ini bisa mempercepat prosess  sedimentasi waduk.
“Jika awalnya volume waduk bisa menampung sekitar 720 juta meterkubik, sekarang tinggal bisa menampung 688 juta meterkubik atau berkurang sekitar 40 juta meterkubik. Jika hal ini dibiarkan, maka makin lama air yang ditampung menyusut. Padahal air Kedung Ombo diharapkan tetap bisa mengairi 60.000 hektare lahan pertanian di Grobogan, Kudus, Pati, Demak dan Jepara,” terang Prasetyo.
Terpisah, Bupati Grobogan Sri Sumarni berharap, penghijauan di area sabuk hijau Waduk Kedung Ombo bisa terus ditingkatkan. Ia juga berharap, masyarakat yang bertempat tnggal sekitar sabuk hijau bisa menjaga tanaman penghijauan yang ada.
“Tanaman penghijauan fungsinya untuk menahan dan menyimpan air, juga bisa menahan erosi dan mencegah proses sedimentasi waduk,” ujarnya. (MJ-070)

1 KOMENTAR

Comments are closed.