DEMAK, Mediajateng.net – Belasan warga yang Desa Tlogorejo, Kecamatan Wonosalam bersama aktivis Lembaga Study Kebijakan Publik (LSKP) jateng, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Demak (Kejari) , Kamis (22/3/2018) siang.

Mereka mendesak pihak ke Kejari Demak, agar menahan kepala desanya, terkait kasus dugaan korupsi dana desa yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 423 juta.

Juru bicara warga Muhammad Rifai, mengatakan, pihak kejari dinilai lamban dalam menangani kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Tlogorejo, Suhudi bersama bendahara desa, Sugiarti.

Menurutnya, hasil audit BPKP Jateng, ditemukan adanya kerugian negara. Baik kepala desa maupun bendahara desa yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi ini juga audah ditepakan sebagai tersangka sejak bulan Juli 2016 lalu, akan tetapi pihak Kejari Demak belum melakukan penahanan kepada kedua tersangka.

“Sudah dua tahun jadi tersangka, mosok sampai sekarang belum juga ditahan dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, ini kan lucu,” kata M Rifai yang juga
Direktur LSKP Jateng, didampingi juru bicara warga lainnya, Fathul Muin.

Perwakilan warga dan aktivis ditemui langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Demak,
Khairil Anwar bersama Kasi Pidum, Yan Ardiyanto Jaya, Kasi Intel, Fatkhurrohman Rosyidi, Kasi Datun
Hafidz Muhyiddin dan Kasi Pidsus ,
Dony Rahmat Santoso.

Khairil Anwar menyatakan bahwa,perkara itu sudah dilakukan ekspos gelar perkara, agar dilakukan rekomendasi dengan
APIP (Aparat Pengawas Interen Pemerintah).

” Jadi masih dalam proses dengan APIP, karena perkara tersebut merupakan peninggalan yang lalu,” kata Anwar.

Rifai menyayangkan sikap Kejari Demak, yang seharusnya berkoordinasi dengan APIP
ketika proses masih tahap penyelidikan dan belum ada tersangka, karena peran APIP sebagai pencegahan.

“Kami sangat menyayangkan ini. Kajari masih bersikukuh untuk tidak menahan dan segera melimpahkan ke pengadilan Tipikor,” sesal Rifai.

” Kami akan meminta Kejaksaan Agung untuk turun ke Demak dan mengambil alih kasus ini dan membongkar dugaan mafia hukum di Kejaksaan Negeri Demak,” tandasnya.