Semarang, Mediajateng.net – Dua orang pemuda yang berprofesi sebagai debt collektor babak belur dikeroyok sejumlah orang usai bernyanyi di DIVA Karaoke kawasan Mberok Johar, Sabtu (22/10) sekira pukul 02.30 win. Korban dikeroyok lantaran menanyakan tagihan pembayaran yang tidak sesuai dengan apa yang sudah ia pesan.

Korban bernama Jukyman Nainggolan (20), Warga Kampung Enam, Tarakan, Kalimantan Timur dan Fernando Nababan (20), warga Medan. Keduanya tinggal di kantor di kawasan Tlogomulyo, Pedurungan, Kota Semarang.

Dari keterangan Jukyman peristiwa itu bermula saat dirinya akan membayar billing tagihan di kasir Karaoke DIVA. Sebelumnya kedua pemuda itu ambil harga paket seharga Rp470 ribu namun saat hendak membayar di kasir Jukyman kaget lantaran billing tagihan menjadi Rp.570 ribu

“Saya tanyakan sama kasir, kenapa billing saya lebih mahal 100 ribu dari harga awal. Kata kasir katanya petugas karaoke ada yang minta rokok dan beer tanpa ijin saya,” ungkapnya saat dimintai keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, Minggu (23/10)

Saat menanyakan dikasir tiba tiba korban diseret keluar, saat itulah Jukyman menjadi bulan -bulanan delapan orang, sebagian petugas dari DIVA Karaoke. Fernando yang mengetahui rekanya dikeroyok bermaksud hendak membantu, juga dijeroyok oleh tiga orang

“Saat itu saya ketiduran di room, dibangunin sama pemandu lagu (PL) kalau teman saya dikeroyok. Mau menanyakan masalahnya saya juga dikeroyok. Ada tentaranya (TNI) juga yang nendang, pelipis saya sobek,” katanya.

Setelah dikeroyok kedua korban langsung disuruh pergi. Sebelum pergi para pengeroyok juga mengambil dompet dan telpon genggam milik Jukyman. Akibat pengeroyokan tersebut Jukyman menderita memar di pipi , kepala belakang benjol dan bibir pecah. Sesangkan Fernando mengalami luka di perut dan pelipis akibat ditendang oleh oknum TNI

Selanjutnya peristiwa pengeroyokan ini masih ditangani oleh Satreskrim Polreatabes Semarang. (MJ-303)

1 KOMENTAR

Comments are closed.