Semarang-mediajateng.net

Setelah menjalani pemeriksaan selama 4,5 Jam mulai pukul 09.00 – 13.30 di ruang penyidik subdit Tipikor Direktorat Resese Kriminal Khusus Polda Jateng, Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti langsung meninggalkan kantor Ditreskrimsus.

Begitu keluar dari ruangan di lantai 2 , Arini berusaha menghindar dari kejaran wartawan, saat diberondong pertanyaan orlh wartawan, Arini hanya berujar singkat

” tanyakan ke penyidik aja mas,”Ujar Arini

Arini yang usai pemeriksaan didampingi ajudan dan biro hukum kabupaten Pekalongan langsung memasuki mobil inova hitam G 8134 JB tanpa berkomentar apapun . Sedangkan suaminya yang juga mantan Bupati Pekalongan Amat Antono juga melakukan hal yang sama, tidak mau menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Wartawan. Antono pulang melalui pintu depan kantor Ditreskrimus dan masuk mobil Inova hitam G 8110 SQ

Sementara itu Direktur Resese Kriminal Khusus Kombes Pol Lukas Akbar mengatakan pemeriksaan Wakil Bupati Arini Harimuti ini sebgai saksi untuk calon tersangka Direktur RSUD Kraton Mohamad Teguh Imani. Arini mengakui menerima Rp.60 Juta yang diberikan selama tiga kali di bulan Desember 2016

” tadi dari penyidik bilang ada 31 pertanyaan yang diajukan kepada Arini, masih seputar pemberian uang Rp.60 Juta. Ngakunya tidak tau menau asal uang tersebut. Unag tersebut juga sudah dikembalikan ke Rumas Sakit, tapi udah kita sita untuk barang bukti,”Ujar Lukas Akbar saat ditemui di kantornya.

Lanjut lukas, pihaknya juga akan kembali memeriksa calon tersangka Direktur RSUP Kraton Mohamad Teguh Imani dalam waktu dekat, setelah audit dari BPKP keluar

“Nanti akan kita tanya dalam penyidikan apakah inisiatif pemotongan insentif fiktif berasal dari Direktur RSUD atau dari kesepakatan bersama,” imbuh Lukas.

Sementara barang bukti uang insentif fiktif yang dikemanlikab, dari informasi yang didapat, Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil mengamankan uang senilai Rp.800 Juta dari Rekening penampungan uang yang dibuat oleh RSUD Kraton. (MJ-303)