SEMARANG, Mediajateng.net – Setelah melakukan aksi mengecor kaki dengan semen selama satu hari di depan Istana Presiden, sembilan pejuang perempuan yang menolak proyek pembangunan pabrik semen di wilayah krast Pegunungan kapur Kendeng pulang.
Sesampainya di Stasiun Tawang Semarang mereka disambut dengan riang sekaligus haru, Kamis (14/4). Dengan wajah lelah dan pakaian kebaya kusut, mereka disambut dengan peluk dan tangis bahagia oleh puluhan antivis Solidaritas Masyarakat Peduli Pegunungan Gendeng (SMPPK). Tidak sampai di situ, Srikandi Kendeng itu, juga langsung menerima bubur satu pincuk untuk melepas lapar dan bunga mawar putih.
Tidak saja menyambut sang pahlawan yang telah memperjuangkan aspirasi dan penolakan pembangunan pabrik semen, aktivis juga meneriakan perlunya dipertahankan kondisi alam Jawa Tengah agar tetap ijo royo-royo dengan melarang pembangunan semen.
Dina, perwakilan aktivis SMPPK mengungkapkan, mereka sengaja menunggu dan menjemput sembilan Kartini yang telah berjuang dengan melakukan demontrasi menolak pembangunan pabrik semen hingga ke Jakarta. “Target para ibu-ibu ke Jakarta menemui Presiden. Hari ini telah mengeluarkan kebijakan moratorium tambang. Kami kira itu respon positif dari Istana menyangkut tuntutan ibu-ibu untuk mempertahankan tanah yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka,” ungkapnya.
Aksi demo, imbuh Dina, akan dilakukan terus hingga pembangunan pabrik semen tidak jadi dilakukan di Jawa Tengah.
Giyem, salah satu Srikandi Kendeng mengaku, terkait sambutan dari aktivis di Jawa Tengah, dia mengaku senang dan terharu. Apa lagi, perjuangan mereka telah disambut dengan kebijakan untuk mempertahankan Jawa Tengah untuk tetap menjadi lumbung pangan. “Kami akan terus berjuang hingga tidak ada pabrik semen di Jawa Tengah,” tegasnya, dengan tangan gemetar.
Giyem mengaku tidak kecewa karena tidak bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Presiden. “Tidak kecewa, sudah ada wakilnya dan katanya presiden akan membantu warga. Selain itu juga presiden janji akan menjadikan Jateng sebagai lumbung pangan nusantara,” tambahnya sembari terus mengusap air mata yang mengalir.
Walaupun sudah mendapatkan janji, para srikandi ini menegaskan akan terus berjuang untuk menyelamatkan pegunungan Kendeng dari pembangunan pabrik semen.
Para srikandi ini tak lupa berterimakasih kepada Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang terus memberikan dukungan dan perhatian bagi warga. “Katanya Pak Jokowi mau bertemu warga setelah urusannya selesai dengan berkunjung ke Kendeng,” ungka Ambarwati, srikandi lain yang datang bersama Giyem.
Setelah penyambutan, sembilan srikandi pegunungan Kendeng menggelar makan dan doa bersama atas perjuangan mereka di Polder Tawang Semarang, sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Kendeng. (Mj-47)

2 KOMENTAR

Comments are closed.