Grobogan, Mediajateng.net – Gerakan antihoax terus disosialisasikan kepada masyarakat dengan berbagai cara yang melibatkan aparat keamanan. Hal tersebut juga dilakukan di Kabupaten Grobogan.

Seperti yang dilakukan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Grobogan mengadakan acara seminar FGD (Forum Group Disscussion) di gedung NU Grobogan, Kamis (30/8/2018).

Tema yang digaungkan dalam FGD ini yakni, “Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan Untuk Menjaga Kondusifitas Tahun Politik di Kabupaten Grobogan” dengan menghadirkan narasumber seperti Dani Agus, wartawan senior Kabupaten Grobogan, serta Paur Humas Polres Grobogan, Aiptu Teddy Hernomo.
Selain itu hadir juga

Menurut Ahmad Fathoni, Sekertaris GP Ansor Kabupaten Grobogan, seminar ini sangat penting dengan tujuan ikut serta menjaga kondusifitas di Kabupaten Grobogan. Terutama untuk kader Ansor dan Banser agar tidak terjebak atau terpengaruh informasi hoax yang beredar di media sosial.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Ansor dan Banser dari masing-.asing ranting kecamatan yang ada di Kabupaten Grobogan.

Narasumber utama yang didatangkan yakni Gus Liawul Hamdi, Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul A’la. Gus Liawul Hamdi mengingatkan kepada para peserta tentang bahaya hoax yang kian marak di media sosial.

“Fenomena ini bisa berdampak pada rusaknya keutuhan ukhuwah islamiyah (persaudaraan keislaman), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan),” katanya.

Sementara Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy menjelaskan umumnya usia pemuda sebagai pengguna internet aktif rentan sekali mengonsumsi hoax.

“Hal ini diperparah dengan gerakan radikal yang menyebarkan pahamnya melalui internet. Kegiatan ini sebagai antisipasi dari hoax yang beredar di dunia maya. Banyak informasi yang tidak bermutu, provokasi, dan memecah belah persatuan umat,” kata Teddy.

Selain itu, Teddy, sapaan akrabnya, mengingatkan kepada peserta agar merespons informasi yang provokatif dan hoax untuk melaporkan dalam sistem yang ada di internet.

“Intinya saring sebelum Sharing, Jangan mudah membagi atau menge-share informasi yang belum jelas sumbernya,” pesannya.

Sementara itu, Dani Agus menyampaikan salah satu pemicu gangguan keamanan adalah Hoax. “Penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang kian marak. Apalagi kita saat ini sedang menghadapi pemilu, tentunya kita sama-sama menjaga ini semua bersama-sama,” pungkas wartawan sebuah media ternama ini. (Ag-Mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.