Grobogan,Mediajateng.net-Umi Nurhidayah, wanita yang menjadi tersangka pelaku tindak pembunuh terhadap anak kandung alami gangguan jiwa.

Wanita yang tinggal di dusun Semen, Desa Tambakselo, Kecamaan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jateng, tega menggorok anaknya sendiri menggunakan pisau dapur.

“Tim dokter telah sampaikan kepada penyidik Umi mengalami gangguan jiwa,” ungkap Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono, saat dihubungi melalui phonselnya, Jumat (16/12).

Kasat Reskrim menjelaskan, kendati telah menerima informasi secara lisaan. Namun penyidikan belum bisa menentukan tindakan lebih lanjut terkait penyidikan terhadap kasus yang menewaskan Muhammad Azka bocah berusia lima tahun.

“Sampai saat ini, kita belum bisa mengambil langkah lanjut terkait kasus ini. Kita tunggu informasi secara tulisan untuk dijadikan dasar mengambil tindakan,” tambahnya.

Langkah lanjut, tambah dia, yakni terkait apakan proses hukum atas tindakan dugaan pembunuhan terhadap anak kandung itu dilanjutkan ke proses hukum berikutnya.
“Dihentikan atau dilanjutkan masih nunggu keterangan tertulis dari dokter. Jika dinyatakan tidak terganggu jiwanya maka dilanjutkan prosesnya, jika terganggu jiwanya maka akan diambil tindakan lain,” tambahnya.

Namun begitu, imbuh dia, Umi Nur masih menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Purwodadi.
“Masih dirawat di RSUD. Selama perawatan tidak melakukan tindakan yang mencurigakan dan membahayakan. Umi cenderung diam dan tidak pernah menanyakan kondisi anaknya,” tambah dia.

Namun begitu, terkait informasi pernah adanya ancaman terhadap Faiz kakak M Azka akan dilakukan koordinasikan dengan pihak keluarga.

Seperti diberitakan sebelumnya, usaha percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Umi Nurhidayah, terhadap kedua anaknya M Azka tidak hanya dilakukan sekali.
Namun, sebelumnya, warga desa yang tinggal di wilayah perbatasan Kabupaten Grobogan-Kabupaten Blora, juga mengetahui jika tindakan yang dilakukan Umi bukan pertama kali.

Comments are closed.