Semarang,mediajateng.net-Dalam peringatan Perayaan 40 Tahun Sangha Theravada Indonesia Jawa Tengah, Bhikkhu Cattamano Thera mengharapkan Umat Budha di Indonesia dapat membangun kedamaian dengan tidak melakukan hal-hal yang buruk yang dapat merugikan orang lain. Agama mengajarkan untuk berperilaku baik, menjauhkan diri dari kekerasan dan sifat membenci.

Ketua Vihara Tanah putih ini juga  menuturkan semua agama sejatinya mengembangkan ajaran-ajaran yang baik. Kedamaian timbul tak luput dari rasa cinta kasih dan damai. Dia mengajak umat untuk peduli terhadap penderitaan yang dialami orang lain.

“Jadi betul-betul mengajarkan sifat yang baik. Kalau ada makhluk lain yang menderita, kita harus membantu meringankan. Jangan sampai mereka semakin mengalami penderitaan. Kalau sama-sama mengembangkan cinta kasih akan damai,” ujarnya.

Ditanya soal tindakan kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar yang terjadi belakangan ini  dengan tegas Cattamano menyesalkan peristiwa teraebut lantaran tidak dibenarkan dalam ajarannya. Dirinya justru ingin mengajak membangun kedamaian dan cinta kasih mulai dari diri sendiri.

“Dengan demikian, kita sesungguhnya bisa memberikan sesuatu yang sangat luhur. Kita berbicara agama berbeda dengan politik. Kalau agama baik dan buruk. Kalau itu buruk sudah tentu bukan ajaran agama,” tuturnya.

Perayaan 40 tahun Sangha Theravada Indonesia juga dilaksanakan di beberapa kota besar di Indonesia. Antara lain Jakarta, Balikpapan, Makassar, Medan, dan Denpasar. Perayaan di Jawa Tengah sendiri diawali dengan puja bakti yang dilaksanakan di Vihara Tanah Putih, Semarang. Kemudian, dilanjutkan dengan puncak acara yang dilaksanakan di Hotel Horison.

“Perayaan 40 tahun Sangha Theravada Indonesia bertema Karuna Santi Hening Karta (Menebar Kasih Membangun Kedamaian).

“Tema yang diusung merupakan jalan yang ditempuh anggota Sangha Theravada Indonesia dalam membabarkan dhamma penuh welas asih dalam membangun kedamaian. Melatih diri, menjalani kehidupan suci dan juga memberikan pengabdian demi kebahagiaan masyarakat,” paparnya.

Sangha merupakan perkumpulan para bhikkhu yang melepaskan kehidupan berumah tangga untuk berusaha sepenuhnya mencapai pencerahan batin serta mengabadikan diri demi ketenteraman dan kebahagiaan masyarakat. Sementara, Sangha Theravada Indonesia terbentuk pada 23 Oktober 1976 silam di Vihara Maha Dhammaloka  (MJ-303)

Comments are closed.