Semarang – Mediajateng.net

Berbagai macam produk makanan berlabelkan nama – nama artis mulai bertebaran di tengah konsumen. Mengandalkan nama besar sang artis, produk tersebut laris dinikmati masyarakat. Padahal jika kita mampu berkreasi dan berinovasi mengikuti tren kekinian, sesungguhnya mudah. Menurut Marketing Manager PT. Sriboga Flour Mill, Rike Sundari, dengan mengandalkan kekayaan pangan lokal, setiap pelaku UKM sebenarnya mampu memberikan nilai tambah daya jual dari produk yang dihasilkan.

“Jangan sungkan datang ke setiap pelatihan baking demo, dapat ilmu, segera diterapkan untuk kemudian harus bisa menjadi penghasilan. Untuk bisa eksis, pelaku UKM jangan bekerja sendiri, harus memiliki komunitas.” demikian sambutannya saat membuka Pelatihan Mengoptimalkan Kekasyaan Alam Lokal dalam Menciptakan Keanekaragaman Produk Baru Bernilai Jual, Kamis ( 24/8 ) di UMKM Center, Setiabudi Semarang

Bekerjasama dengan Super Roti Semarang, Saf Indonusa, Unilever Food Solutions, SCC Sriboga Customer Center mengajak ratusan peserta untuk belajar mengolah bahan baku muatan lokal, yaitu labu kuning. Dari labu kuning dapat diolah menjadi cake, donat, grissini dan wafel, yang menjadi produk kekinian saat ini.

“Upaya ini tidak lain adalah menjadi langkah sinergi untuk memunculkan wirausaha – wirausaha baru di Jawa Tengah yang kreatif dan inovatif.” tambah Ismiyati, pemilik Super Roti Semarang

Untuk menghasilkan produk bernilai jual selain ditunjang kreatifitas juga harus ditunjang pula ketepatan penggunaan bahan dan ketepatan pembuatan. Sehingga rasanya pun menjadi enak.

“Tak lupa harus didasari niat dalam awal pembuatan.” sebut Santoni chef dari Saf Indonusa yang langsung disambut gelak tawa para peserta. (MJ-202)