Semarang-mediajateng.net

Pimpinan PT Minas Makmur Jaya Tutuk Kurniawan selaku operator Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang koridor VI menegaskan akan tetap melanjutkan operasional bus dengan rute Undip-Unnes dengan memperbaiki sistem yang ada termasuk sumberdaya pengemudi

Paska Kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalan Sikere, Sekaran Gunungpati Jum’at (7/4), pengusaha transportasi kota Semarang yang didamping Plt.Badan Layanan Umum UPTD Termunal Mangkang Agung Nurul Falaq, langsung mengumpulkan 50 pengemudi khusunya di koridor VI disebuah Warung Lesehan pada malam harinya.

” ini saya kumpulkan semua pengemudi BRT, saya beri penekanan dalam menjalankan armadanya untuk mementingkan keselamatan penumpang untuk diutamakan disamping keramahan pengemudinya,” ungkap Tutuk

Lanjut Tutuk, walaupun sudah ada dua kejadian kecelakaan yang terjadi dalam sepekan paska diluncurkan pihaknya tetap akan melayani masyarakat terutama mahasiswa menggunakan jasa transportasi ini.

” Rute ini akan saya lanjutakan dan saya sudah tekankan pada pengemudinya untuk komitmen disini. Kita harus bantu masyarakat terutama mahasiswa. Saya gak tak takut rugi, kalaupun rugi saya akan tutup dengan keuntungan di usaha transportasi yang saya punya (taxi),” tegas Tutuk.

Sementara itu Plt Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Terminal Mangkang Agung Nurul Falaq usai pertemuan dengan para pengemudi BRT dibawah PT Minas Makmur Jaya mengatakan, bahwa pihaknya memberi solusi untuk sementara bisa bon pinjam armada yang lebih baru, sedangkan 8 unit BRT yang sudah dijalankan ditarik dahulu dan dimasukan ke bengkel untuk dicek semua komponenya.

“Ini saya tawarkan ke pak Tutuk untuk sementara 8 armada yang pekan lalu kita serahkan ditarik kembali dan dimasukan ke bengkel untuk dicek seluruh komponenya,” ungkap Agung.

Apa yang disampaikan oleh Agung Nurul Falaq ini hanya sebatas usulan yang ditujukan kepada operator dan ini tidak melanggar aturan. Namun saat ditanya apakah usulan tersebut berkaitan dengan telah dioperasionalkan 8 unit bis ini selama dua bulan di Koridor III dan IV pada tahun 2016 selama 2 bulan, hingga berimbas pada rusaknya sejumlah komponen dan menyadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan, Agung hanya berujar pendek.

” jangan tanyakan pada saya mas, saat itu khan saya belum menjabat,” Tukasnya (MJ-303)