SEMARANG, Mediajateng.net – Sebuah kecelakaan terjadi di jalan raya Prof Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (29/11). Sebuah truk bermuatan  scaffolding yang rencananya dikirimkan ke proyek Jalan Tol Semarang Batang menabrak Delapan mobil dan dua sepeda motor.

Insiden kecelakaan lalu lintas karambol itu terjadi karena truk mengalami rem blong.

Truk yang mengalami rem blong itu bernomor polisi BG 8485 HB, bermuatan scaffolding, dikemudikan Apudin, 49, warga Jalan Masjid Istiqomah, RT 008/RW008, Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Kernet truk bernama Ajid Aryanto (30), warga Kampung Kelapa Dua, Dusun Padurenan, Bantar Gebang, Bekasi Timur.

Insiden terjadi sekira pukul 12.20 WIB saat arus lalu lintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam kondisi padat. Apudin mengatakan, kendaraannya  dari Bekasi menuju ke lokasi proyek pembuatan jalan Tol  Semarang-Batang yang masuk Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Namun, dia salah arah hingga ke Kawasan BSB Mijen Semarang.

Namun, saat melewati turunan Silayur, truknya hilang kendali. Rem tiba-tiba tidak berfungsi alias blong. Saat itu posisi perseneling truk ada di gigi 3 diturunkan ke gigi 2. Laju truk sempat berkurang, namun tetap saja tidak bisa dihentikan.

Bahkan, sampai di sekitaran depan RS Pertama Medika, ternyata laju truk menjadi tidak terkendali. Kernet keluar dari jendela, berteriak agar kendaraan di depannya minggir. Namun, karena jarak yang sudah dekat, tabrakan tidak bisa dihindarkan.

Truk awalnya menabrak mobil bak terbuka  H 1820 M, menghantam motor yang menyeberang, selanjutnya menghantam mobil Honda Mobilio pelat nomor H 8641 AQ. Berurutan lagi, truk hantam 2 mobil di depannya, yakni taksi Blue Bird H 1112 AW, Toyota Avanza H 9363 JW. Kedua mobil ini terpelanting ke arah kiri.

Tak berhenti sampai di situ, truk menghantam mobil Karimun H 9042 YW, Kijang Innova H 8937 F. Truk juga menghantam mobil Karimun H 8457 GW hingga berputar arah. Terakhir, truk menghantam Suzuki Vitara H 7937 QY. Truk baru bisa berhenti setelah sopir sengaja menghantamkan ke gundukan pasir proyek halte BRT .

Truk itu menghantam beberapa kendaraan hingga sejauh sekira 2 km, baru bisa berhenti.

“Setelah menabrak, saya diselamatkan tentara, karena sempat dikepung warga,” lanjutnya.

Polisi dari Polsek Ngaliyan dan Unit Laka Lantas Polrestabes Semarang masih melakukan pendataan dan penyelidikan insiden laka lantas itu.

Kanit Lantas Polsek Ngaliyan, AKP Wahono, menyebut pihaknya masih menginventarisir jumlah korban luka, termasuk yang dirawat di RS Permata Medika Semarang. Kerugian materil juga masih dihitung.

“Sopir dan kendaraan yang terlibat kami amankan, masih dalam penyelidikan,” ungkap Wahono (MJ-303)

Comments are closed.