GROBOGAN, Mediajateng.net-

Tidak pernah terlintas di bayangan Siska Junainia Salsabila (19) jika kepergiannya untuk kondangan ke pernikahan kawan karibnya, Minggu (13/5/2018) gagal dilakukannya. Warga Manggarwetan, kecamatan Godong ini, harus menerima pukulan dari dua pelaku perampasan sepeda motor di desa Mlilir, kecamatan Gubug.

Shokibul Amin (20) warga Kebonagung, kabupaten Demak, satu dari pelaku yang berhasil diamankan warga usai kejadian. Sedangkan Suryo, pelaku lain kini dalam pengejaran kepolisian.

Kejadian bermula saat Siska, sapaan akrabnya, akan menghadiri pernikahan sahabatnya di desa Papanrejo, kecamatan Gubug.

Sekitar pukul 18.30, ia berangkat dari rumahnya mengambil rute menuju desa Mlilir, yang sudah masuk wilayah kecamatan Gubug. Menurut penuturannya saat melewati jalur tersebut kondisi jalan sepi. Tiba-tiba ia berpapasan dengan kedua pelaku.

“Mereka langsung putar balik menghampiri saya. Pas sudah dekat, dia bilang kowe mau misuhi aku ya, saya jawab tidak. Tetapi dia tidak percaya. Malah, pelaku merebut kunci kontak saya,” ujar Siska, saat menerangkan kronologi kejadian di hadapan petugas Polsek Gubug.

Sesaat terjadi cekcok antara Siska dan dua pelaku. Siska sempat merebut kunci kontak yang sudah dibawa pelaku. Diduga emosi, Suryo mengambil palu yang ada di jok motornya dan memukul di bagian lengan dan bahu korban. Sedangkan, Shokibul memukul korban dengan tangan kosong.

Beruntung korban masih kuat, ia berlari ke arah pemukiman warga untuk minta tolong. Di tengah jalan, ia bertemu Warno, saksi utama yang mengetahui kondisi Siska pascapemukulan.

Warno dan warga mengejar pelaku. Shokibul berhasil diamankan warga setempat. Sedangkan Suryo hingga kini masih buron.

Di hadapan warga, Shokibul mengatakan tujuan dari pemukulan itu yakni merampas sepeda motor korban untuk dimiliki sendiri. “Saya ingin punya motor sendiri,” aku Shokibul Amin.

Warno dan korban langsung melaporkan kasus tersebut di Polsek Godong. Pelaporan tersebut diteruskan ke Polsek Gubug tempat TKP.

Ahmad Mustofa (36), kakak korban mengaku tidak terima atas perlakuan pelaku kepada adiknya. Ia pun menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib.

Sementara itu, Kapolsek Gubug Ipda Muh. Suharto membenarkan adanya tindakan pencurian disertai kekerasan di desa Mlilir.

“Berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/B/08/V/2018/Polda Jateng Res Grob/Sek Gbg tanggal 14 Mei 2018, bahwa telah datang Ahmad Musthofa, 36 tahun, warga Pondok Majapahit, Mranggen Kabupaten Demak, melaporkan tindakan percobaan pencurian disertai kekerasan secara bersama-sama terhadap adik korban atas nama Siska Junainia Salsabila (19) warga Manggarwetan, kecamatan Gubug,” ungkap Suharto.

Selain mendapatkan laporan tersebut, Polsek Gubug juga langsung menangkap Shokibul Amin, satu dari dua pelaku.

“Motif dari percobaan pencurian dengan kekerasaan ini adalah keinginan pelaku memiliki motor korban. Akibatnya, korban menderita luka memar di bahu kanan dan luka panjang di lengan kanan sepanjang 5 cm,” pungkas Suharto.(ag-mj)