TPS3R Desa Klampok Kewalahan Memenuhi Permintaan Kasgot

Banjarnegara, mediajateng.net – Kasgot atau bekas magot yang biasanya dimanfaatkan sebagai pupuk ternyata sangat diminati oleh para petani baik di sekitar TPS3R Klampok maupun dari luar kota.

Namun, banyaknya permintaan kasgot ini belum mampu dipenuhi oleh TPS3R Klampok.

“Kami belum mampu memenuhi permintaan pasar, sebab produksi kasgot di sini masih terbatas. Dari 7 ons magot yang digunakan sebagai pengurai baru mampu menghasilkan kira-kira 10 ons kasgot dalam waktu 10 hari” Jelas Febri, Ketua TPS3R Desa Klampok.

Selain itu kasgot yang dihasilkan belum memenuhi standar lab karena memang belum diproduksi dalam jumlah besar.

“Kasgot yang dihasilkan ini memang belum memenuhi standar lab, sebab kami belum fokus untuk memproduksi kasgot. Jadi kasgot-kasgot di sini masih diambil para petani sekitar untuk pupuk tanaman mereka” Ujar Nano, petugas TPS3R menambahkan.

Kasgot yang dihasilkan dari penguraian sampah di TPS3R Desa Klampok ada dua jenis, yakni kasar dan halus.

“Kasgot di sini ada dua macam, kasar dan halus. Yang halus disebut premium. Yang premium ini yang sudah bisa digunakan sebagai pupuk oleh para petani” Jelas Yudi, operator mesin perancah sampah di TPS3R Desa Klampok.

Rencananya, produksi kasgot ini akan ditingkatkan agar permintaan pasar akan kasgot bisa terpenuhi dengan baik.

“Untuk sementara ini kami memang masih memfokuskan pada penanganan sampah di lingkungan Desa Klampok. Namun tidak menutup kemungkinan, produksi kasgot juga akan kami tingkatkan sehingga kami bisa memenuhi permintaan pasar” Jelas Febri mengakhiri perbincangan dengan mediajateng.net yang datang ke TPS3R Desa Klampok. (MJ/50)