DEMAK, Mediajateng.net – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan lawatan ke Pondok Pesantren Girikusumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jateng, Jumat (19/10/2018).

Jokowi yang mengenakan kemeja putih, bercelana panjang warna gelap dan berpreci hitam itu tiba di Ponpes asuhan KH. Munif Zuhri (Gus Munif) sekitar pukul 17.59 WIB, bertepatan dengan berkumandangnya Adzan Magrib.

Kunjungan Jokowi, disambut hangat oleh para pengurus pondok dan santri. Tak hanya santri, warga juga menyambut dan mengelu – elukan Presiden RI ke – 7 itu.

Sebagai bentuk penghormatan, mereka berjejer rapi di pinggir jalan, menyambut kedatangan mantan Walikota Solo itu, mulai dari Jalan Raya Mranggen hingga di depan pintu masuk pondok.

Di depan gerbang pondok, Jokowi , disambut langsung oleh Gus Munif dan Bupati Demak, M Natsir.

Sejumlah tokoh politik juga ikut menyambut Jokowi, diantaranya Abdul Kadir Karding dan Fathan Subchi, keduanya anggota DPR RI serta Zayinul Fatta , sekretaris DPC PKB Demak.

Ratusan santri yang telah menunggu kedatangan Jokowi, langsung mengiringimya dengan sholawat
saat rombongan memasuki areal Ponpes Girikusumo

Jokowi pun membalasnya dengan salam dan langsung menuju Masjid Ageng Girikusumo untuk menunaikan sholat magrib berjamaah.

Selesai sholat magrib, Jokowi kemudian bersilaturahmi di kediaman Gus Munif, salah satu kiai kharismatik
yang memiliki ribuan santri dan tersebar di seluruh nusantara.

Keduanya menggelar pertemuan tertutup di kediaman Mursyid Thariqah Khalidiyyah Naqsabandiyah yang memiliki ribuan jamaah itu.

“Saya ini sering ke Semarang,tapi sejak kedatangan saya ke pak kiai di 2014, belum pernah ketemu lagi. Jadi , saya ada di Semarang, sangat menyempatkan diri untuk bertemu dengan beliau (Gus Munif). Dan banyak berdiskusi masalah – masalah yang berkaitan dengan negara dan kebangsaan,” kata Jokowi,

Jokowi menegaskan bahwa kunjungannya itu dalam rangka bersilaturahmi dengan Gus Munif setelah sekian lama tak bertemu. Jokowi berdalih bahwa kunjungannya itu bukan untuk minta restu politik kepada Gus Munif, tapi untuk berdiskusi masalah kebangsaan dan kenegaraan.

“Berdiskusi masalah yang berkaitan dengan kebangsaan dan kenegaraan. Jelas sekali,” tandasnya.

Dalam diskusi tersebut, Jokowi mengaku mendapatkan banyak pesan dari Gus Munif.

” Banyak. Tapi tak bisa saya sampaikan disini. Banyak sekali,” ujarnya.

Menurut Jokowi, berkaitan dengan ketatanegaraan dan kebangsaan, Gus Munif mempunyai pandangan sangat luas dan luar biasa.

” Menurut saya, pandangan – pandangan beliau (Gus Munif) mengenai ketatanegaraan sangat luar biasa, tapi tidak dapat saya sampaikan secara detail,” paparnya.

Sementara itu, terkait Hari Santri Nasional, Jokowi menyatakan komitmennya untuk memperhatikan pondok pesantren dan juga peningkatan kualitas sumber daya para santri.

” Yang jelas, kedepan kita ingin membangun sumber daya manusia yang berakhlakul karimah. Yang memiliki kemampuan ketrampilan, skill yang tinggi, sehingga bisa berkompetisi dengan negara lain,” ujarnya.

Jokowi menambahkan, dalam lima tahun ini , pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur , baru kedepannya akan fokus pada sumber daya manusia.

“Tahapan berikutnya kita fokus dan konsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia. Human Capital sangat penting sekali dalam rangka persaingan global, dan kompetisi antar negara. Saya kira dua pondasi ini sangat penting sekali dalam menghantarkan negara ini ke sebuah negara yang maju,”tandasnya.

Selesai bersilaturahmi, pulangnya Jokowi mendapat oleh – oleh sebuah tongkat milik Gus Munif yang diberikan kepadanya.

“Tongkat ini milik beliau (Gus Munif), tadi diberikan kepada saya. Diberi ya saya Alhamdulillah,” kata Jokowi.

Tongkat itu , lanjut Jokowi, mempunyai makna dan biasa dipakai oleh Gus Munif.

“Ada maknanya, tadi sudah disampaikan, tapi tidak boleh disampaikan,” ujar Jokowi sembari tersenyum penuh arti.

Sementara itu, Gus Munif yang berada di dekat Jokowi, mengaku hanya memiliki tongkat itu yang bisa diberikan kepada Jokowi.

“Aku gak punya apapun. Cuma punya itu (tongkat) ya diberikan saja ndak papa,” tutur Gus Munif.

Ketika ditanya awak media Terkait apakah tongkat tersebut mempunyai makna atau arti tertentu, Gus Munif hanya mesem saja.

“Tanya Pak Jokowi saja, tadi sudah dijelaskan beliau,” kata Gus Munif sembari melirik Jokowi dan tersenyum penuh makna.

Selesai beramah tamah, Jokowi selanjutnya berpamitan kepada Gus Munif dan melanjutkan perjalanan ke Semarang.