DEMAK, Mediajateng.net – Polres Demak menggelar latihan menembak bersama Kodim 0716/Demak di lapangan tembak Kemala Bhayangkara Mapolres Demak, Jumat (3/8/2018)

Adu tembak itu dalam rangka meningkatkan sinergi antara TNI dan Polri di Kota Wali.

Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo, menuturkan, latihan menembak bersama itu merupakan kegiatan rutin yang sering dilakukan antara Kodim 0716 Demak dengan Polres Demak.

Pada acara menembak bersama kali ini, latihan di fokuskan memakai senjata api (Senpi) jenis revolver.

Tujuannya, untuk melatih dan memelihara serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan menembak prajurit Kodim 0716 Demak dan anggota Polres Demak.

“Menembak merupakan salah satu kemampuan pokok yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI dan Polri guna mendukung keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas pokok,” tutur Maesa, seusai menembak.

“Selain itu, pelaksanaan latihan menembak dengan Kodim 0716 Demak ini , sebagai persiapan lomba menembak antar Instansi atau Satuan kewilayahan (Satkotwil), yang di adakan oleh Polda Jateng dalam rangka HUT Bhayangkara ke-72 yang akan diagendakan hari Sabtu (4/8) besok, di lapangan tembak Markas Komando Brimob Pasadena, Polda Jateng,” imbuhnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0716 Demak. Letkol Infantri Abi Kusnianto menuturkan, sinergi antar TNI – Polri perlu dibangun dan terus ditingkatkan agar tercipta kerjasama yang baik dalam memelihara keamanan. Komitmen tersebut harus selalu dipelihara dan ditingkatkan terus-menerus , meskipun kondisi keamanan wilayah Demak hingga saat ini masih terlihat aman terkendali.

“Latihan menembak bersama adalah bentuk sinergi antara TNI dan Polri khususnya Kodim 0716 Demak dan Polres Demak sebagai Satkowil. Sinergi yang telah dibangun dan berjalan dengan sangat baik,harus kita jaga, ” tutur Dandim
Abi , seusai mengikuti acara menembak.

Koordinator materi menembak Aiptu Khoirul mengatakan, dalam latihan menembak ini, pistol yang digunakan berjenis revolver. Senjata ini merupakan senjata api yang digunakan oleh anggota Polri dalam tugas umum.

“Mungkin bapak-bapak dari TNI masih canggung dalam penggunaan senpi revolver, karena mereka pada umumnya memakai senjata pistol jenis FN 46 saat latihan. Oleh karena itu kita latihkan agar besok di perlombaan meraih hasil baik,” ucapnya.

Sebelum kegiatan latihan menembak dimulai, Aiptu Khoirul mengarahkan bagaimana cara menembak dan cara memegang revolver yang baik.

“Latihan menembak ini dilakukan hanya dua hari, namun begitu para peserta cukup menguasai dan siap mengikuti kejuaraan lomba menembak,” pungkasnya.