SEMARANG, Mediajateng.net – Pemerintah Jawa Tengah terus berupaya mendongkrak prestasi di sektor olahraga hingga tahun 2018 ini. Langkah ini dilakukan salah satu di antaranya dengan proses pembibitan dan pembinaan para atlet yang dimiliki, melibatkan sejumlah tenaga ahli yang didatangkan dari Australia maupun Perancis.

Kepala Dinas Kepemudaan , Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin mengatakan langkah pembinaan tersebut kini sudah menuai hasil dengan ditempatkannya sebanyak 58 atlet perwakilan Jawa Tengah di kancah Asian Games 2018 ini.

“Mereka terpilih melalui seleksi untuk mewakili Jawa Tengah dalam ajang Asian Games nanti, bukan kami yang mengirim.58 atlet berhasil lolos dalam seleksi tingkat nasional dari 400 atlet yang ada, sudah merupakan prestasi,” kata Urip, usai berdiskusi dalam tema Semangat Raih prestasi 18th Asian Games, Senin (13/8) di Semarang.

Langkah pembibitan dan pembinaan ini diharapkan akan beriringan menjawab pertanyaan masyarakat yang masih melihat minimnya fasilitas olahraga selama ini. Pemerintah Jawa Tengah mengakui kebutuhan sarana dan prasarana skala internasional masihlah tinggi.

“Mulai tahun depan, kami akan berupaya menjadikan fasilitas yang ada di kawasan GOR Jatidiri menjadi selayak kelas internasional. Untuk itulah, kami mau mengejar dari segala aspek,” kata Urip.

Mengejar prestasi para atlet dari sisi pembinaan dan kelengkapan sarana prasarana penunjang, pengamat olahraga dari Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, mengingatkan pemerintah untuk menargetkan prestasi atlet Jawa Tengah di kancah tertinggi, bukan sekadar meraih emas di kancah PON.

“Kita tidak akan bisa kemana – mana, jika target sasaran akhir pencapaian prestasi hanya di kancah PON.” tutupnya