GROBOGAN, Mediajateng.net- Ketua Tim Serapan Gabah Petani (Sergap) Mabes TNI AD Kol Inf Suhardi mengharapkan Badan Urusan Logistik (Bulog) 104 Depok memaksimalkan penyerapan gabah. Pernyataan tersebut dikatakannya pada saat memantau penyerapan gabah di Gudang Bulog 104 Depok, Rabu (23/1/2019).

“Kami harapkan bias semaksimal mungkin melakukan penyerapan. Mungkin ke depan, rawannya pada kecenderungan kadar air karena sudah mulai memasuki musim hujan. Namun, kami minta kepada Gapoktan maupun Babinsa untuk memantau tanam petani,” ujar Kol Inf Suhardi saat memantau stok gabah di gudang yang berlokasi di Desa Kranganharjo, Kecamatan Toroh ini.

Sebelumnya, Kol Inf Suhardi yang dating didampingi Dandim 0717/Purwodadi Kol Inf Asman Mokoginta, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto, serta dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan melakukan peninjauan hasil panen petani di Kecamatan Penawangan. Kedatangannya secara resmi dilakukan dalam rangka meninjau program ketahanan pangan di wilayah Grobogan.

Menurut dia, Kabupaten Grobogan harus memiliki banyak cadangan pangan. Salah satunya melalui Sergap ini. Sebab kabupaten ini merupakan lumbung padi terbesar dan harus memiliki banyak stok.

“Grobogan termasuk lumbung padi terbesar maka harus mempunyai banyak stok. Selain itu, kualitas beras juga harus diutamakan,” katanya.

Hingga Rabu (23/1/2019), Bulog 104 Depok ini masih belum dapat melaksanakan penyerapan gabah. Hal ini dikarenakan masih banyaknya stok gabah di Bulog yakni mencapai 14.950 ton dengan kapasitas sebayak 15 ribu ton. Bulog sendiri akan mulai melakukan penyerapan pada bulan Februari atau Maret nanti.

Namun, Kol Inf Suhardi juga berharap adanya Tim Sergap ini dapat mengamankan harga agar tetap stabil. “Di sini harganya bagus tentunya dapat membawa kesejahteraan bagi para petani. Hanya saja, kita ketuk para mitra untuk berbagi sehingga tidak ada perselisihan antara mitra, petani dan bulog. Ini semua dapat mencapai tujuan yaitu mengamankan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Edhie Sudaryanto menegaskan, selama bulan Januari ini, seluruh harga masih sangat stabil.

“Awal tahun ini tidak ada permasalahan. Bulog penuh dan harga bagus. Sedangkan harga beras juga bagus. Cadangan punya, petani senang dan konsumen juga tidak sulit mendapatkan beras,” kata Edhie. (Ag-Mj)