SEMARANG, mediajateng.net, – Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang 2019 di Desa Kemiriombo, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung bersama dengan para dosen pembimbing KKN, Dr. Martini, M.Kes., Rabith Jihan Amaruli, M.Hum., dan Pangi, S.T., M.T. menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai pengembangan konsep rintisan desa wisata batik di Kemiriombo (14/8).

FGD ini dihadiri perwakilan dari organisasi serta komunitas di Desa Kemiriombo yang terkait dengan potensi wisata tersebut. Turut hadir memberikan materi mengenai desa wisataperwakilan dari Dinas Pariwisata Temanggung, Kepala Desa Kemiriombo dan Kepala Kecamatan Gemawang.

Kepala Desa Kemiriombo, Runtung Sudarno mengatakan, Desa  Kemiriombo sangat kaya akan potensi wisata, mulai dari wisata alam Curug Bandung, kesenian batik Begawan dan sanggar tari, hingga kuliner kopi. Menurutnya, potensi ini menjadi salah satu kekuatan pariwisata di Desa Kemiriombo.

“Saya berharap melalui FGD ini warga Desa Kemiriombo dapat membentuk komitmen untuk mewujudkan desa wisata dan memberikan dukungan penuh untuk pengembangan desa kearah yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini juga memberikan motivasi dan semangat kepada warga untuk dapat bersinergi bersama demi mewujudkan desa wisata batik di Desa Kemiriombo.

“Melalui diskusi ini pula diharapkan perancangan desa wisata batik dapat berlanjut dengan diadakannya kegiatan-kegiatan yang menunjang terwujudnya desa wisata batik,” tambahnya.

Sedangkan Koordinator Desa KKN Kemiriombo, Andhyka Taufiqurrahman mengatakan, pelaksanaan FGD ini didukung pula dengan pembuatan master plan oleh mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2019 sebagai panduan serta acuan dalam pengembangan konsep desa wisata. (ot/mj)