SEMARANG – mediajateng.net

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji akan membentuk tim khusus guna memburu pelaku penyebar beruta bohong atau Hoax yang berasal dari media sosial di Wilayah kota Semarang. Hal ini menyikapi banyaknya berita dan foto hoax yang beredar dan meresahkan terkait penculikan anak yang dimanfaatkan untuk diambil organ tubuhnya beberapa pekan terakhir ini di Semarang

Petugas itu nantinya akan melakukan pengawasan penuh setiap waktu di media sosial. Hal itu dilakukan untuk memantau pergerakan orang-orang yang tak bertanggungjawab dan sudah meresahkan masyarakat.

“Jika masih ditemukan berita atau foto yang tak berdasarkan dan jauh dari fakta hingga berdampak negarif, tim tersebut akan langsung bergerak untuk melakukan penindakan,” ungkap Abi

Lanjut Abi, pihaknya tidak main-main dan akan bertindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. dan tidak akan bisa lolos dari jeratan hukum. Pelaku yang menyebar berita bohong dapat dikenakan Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Dijerat Undang-Undang ITE, ancamannya penjara 6 tahun penjara jelasnya,” ungkapnya

Terkait hal tersebut, pihaknya juga meminta kepada masyatakat untuk tidak mudah percaya dengan berita yang banyak beredar di media sosial sebelum tahu kejelasnya.

“Jangan langsung percaya, dicek dulu kebenarannya. Apalagi kalau langsung kopi paste dan ikut-ikutan menyebarkan / nendistribusikan berita tersebut,” ungkapnya.

Dengan melakukan pengecekan lebih dahulu dan tidak asal
merespon dan ikut melanjutkan berita dan foto hoax tersebut untuk dikirimkan ke pengguna media sosial lain, dapat menekan
penyebaran berita bohong tersebut.

” Kalau mendapati berita atau foto bohong langsung saja laporkan ke kami, biar ditindaklanjuti,” pungkasnya. (MJ-303)