SEMARANG, Mediajateng.net, – Sejumlah persiapan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang dalam rangka menghadapi mudik dan balik tahun 2019. Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Endro Martanto, persiapan dilakukan dimulai dari pengecekan rambu lalu lintas. Menurutnya, titik perhatian kemacetan dimungkinkan terjadi di exit tol Sukun dan Gayamsari serta Krapyak.

“Kita memperbanyak penunjuk arah, traffic light reguler terutama di lokasi exit tol baik tol krapyak, exit tol sukun, dan tol Gayamsari. Tiga titik tersebut kemungkinan berpotensi menjadi titik kemacetan,” ujarnya.

Endro menerangkan, pihaknya juga melakukan pengecekan ruas-ruas jalan di beberapa terminal, pelabuhan, stasiun dan Bandara Ahmad Yani yang menuju kota. Selain itu juga menyiapkan beberapa jalur alternatif terutama dari arah Barat yang memasuki Kota Semarang.

“Kita juga mengantisipasi pasar tumpah, utamanya yang berada di jalur pintura seperti Pasar Mangkang, Genuk termasuk Karangayu. Hal itu untuk mencegah tersendanya arus lalu lintas,” imbuhnya.

“Kita juga melakukan pemetaan jalan yang rusak dan berlubang untuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dalam perbaikannya.  Kita juga berkoordinasi dengan dinas pedagangan dan Satpol PP terkait antisipasi pasar tumpah tersebut,” sambungnya.

Pihaknya menyiapkan enam posko dalam masa arus mudik dan balik tahun ini. Enam titik posko tersebut yakni, posko Induk Tugu, Srondol, Mangkang, Tugumuda, Pandanaran, dan Penggaron.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono mengatakan, Pemkot terutama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) harus segera melakukan inpeksi mendadak atau sidak lapangan. Jalan-jalan yang berlubang harus segera dilakukan penambalan.

“Jika memang diperlukan, jalan-jalan yang berlubang harus segera dilakukan penambalan. Supaya kelancaran dari pemudik maupun kegiatan Lebaran bisa dijamin berjalan dengan lancar,” tandasnya. (ot/mj)