SEMARANG, Mediajateng.net – Petugas Unit Tipikor Polrestabes Semarang berhasil menangkap tiga orang pembobol Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Agunan dari sembilan Bank Swasta ternama di kota Semarang.

Modus para pelaku ini  dengan memalsukan Kartu Tanda Penduduk nasabah dan membuat perusahaan abal abal alias fiktif. Ketiga tersangka sudah melakukan aksi ini kurang lebih selama enam bulan dan sudah mengantongi keuntungan sebesar Rp335 juta.

Ketiga tersangka, Muhamad Deky Nawawi (32) , warga Jalan Ngesrep Timur V Rt 01/03, Sumurboto, Banyumanik Semarang. Deky ini merupakan otak dan pimpinan dari komplotan tersebut. Para pelaku ini ditangkap di kantornya di komplek Pertokoan Metro Plaza Peterongan Kamis (1/12) sekira pukul 21.00 wib.

Dari keterangan Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan dalam kasinya tersangka Muhamad Deky ini dibantu oleh dua rekanya yaitu Edy Prayitno (43), warga Perum Graha Pesona Jatisari, Mijen dan Taufik (32), pendduk Pundung Putih, Ungaran Barat Kab Semarang.

“Mereka ini berkomplot dan memalsukan identitas di E-KTP ,  membagi peran masing masing hingga sampai membuat perusahaan fiktif bernama Global Sarana Utama  yang berlokasi di kawasan Ruko Metro di Jalan MT Haryono Semarang,” beber Wiyono saat gelar kasus di ruang unit Tipikor Polrestabes Jum’at (2/12) petang.

Penangkapan komplotan kejahatan Bank ini bermula dari laporan karyawan Bank Mega yang curiga saat Deky akan melakukan pembukaan rekening baru

“Kepada petugas Bank, Deky mengaku, tidak mempunyai rekening lain, namun setelah dibuka database nya mencurigakan antara identitas dan fotonya,” imbuh Wiyono.

Untuk memuluskan aksinya tiga pelaku kejahatan perbankan ini membagi peranya masing masing. Muhamad Deky berperan sbagai pemohon pengajuan Kartu Kresit atau Kredit Tanpa Agunan. Sedang Edy berperan sebagai General Manager, sementata Taufik berperan ganda sebagai pemohon dan penerima telpon saat pihak Bank melakukan konfirmasi.

“Saya sengaja membuka kantor fiktif untuk meyakinkan pihak Bank. Untuk Blangko E-  KTP nya asli saya pesan lewat online di Surabaya. Beli dua seharga 200 ribu,” ujar Deky

Selanjutnya setelah mendapat  blangko E-KTP asli Deky membuat print out dari lembaran plastik yang bertuliskan  data alamat orang lain namun Foto di KTP itu menggunakan foto Deky

“Saya dapat data base Bank, dari teman saya, nanti dia dapat bagian 30%  jika pengajuan kredit tanpa agunan dan kartu kredit cair,” imbuh Deky.

Menurut pengakuanya dana yang cair dari beberapa bank tersebut biasanya berkisar antara Rp5 hingga Rp50 juta setiap transaksi. Deky juga mebeberkan bahwa kemampuannya melakukan tindak kejahatan di perbankan lantaran pernah kerja di Bank Swasta di Semarang dan pernah membantu rekannya melakukan hal yang serupa di Bali, beberapa tahun lalu.

Ketiga pelaku ini dijerat dengan pasal 263 KUH Pidana tentang Pemalsuan Dokumen dan pasal 378 Jo 55 tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. (MJ-303)

Comments are closed.