DEMAK, Mediajateng.net – Pemerintah Kabupaten Demak bekerjasama dengan lintas sektoral menggelar operasi garam selama 3 hari di Pasar Wedung (25/9), Pasar Dempet (26/9), Pasar Wonosalam dan Pasar Bintoro (27/9). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya nyata untuk meningkatkan cakupan garam beryodium di Kabupaten Demak.

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Demak melalui Kasubbid Kesra Bappeda Litbang Kabupaten Demak, Nurwahyudi, SE menuturkan bahwa pemilihan tiga pasar ini juga bukan tanpa alasan.

“Cakupan garam beryodium di wilayah Wedung, Dempet dan Wonosalam masih relatif rendah. Maka, kita melakukan operasi garam ini. Harapannya, masyarakat lebih paham akan pentingnya yodium bagi kesehatan,” katanya.

Nurwahyudi menambahkan bahwa melalui kegiatan ini bukan untuk menyita garam non yodium yang beredar di pasar. Namun lebih ke upaya representatif. “Kita edukasi masyarakat. Kita lakukan pembinaan ke pedagang. Beri pemahaman ke pedagang bahwa garam non yodium tidak layak dikonsumsi oleh manusia.”

Jika untuk pengawetan ikan, membuat telur asin, atau untuk minum ternak, katanya, silakan. Namun jangan untuk memasak. Karena garam grosok kandungan yodiumnya dibawah 30 ppm.

“Padahal idealnya garam yang layak dikonsumsi harus mengandung yodium 30 – 80 ppm”, tutur Nurwahyudi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Guvrin Heru Putranto melalui Penyuluh Kesehatan, Mulyadi menuturkan bahwa banyak sekali gangguan kesehatan yang ditimbulkan akibat kekurangan yodium. “Tidak hanya penyakit gondok saja, namun juga hipertiroid.”

“Bahkan jika kekurangan yodium terjadi pada ibu hamil, maka bisa mengakibatkan keguguran. Atau reterdasi mental bagi bayi yang baru lahir”, pungkasnya.

2 KOMENTAR

Comments are closed.