Semarang – medijateng.net

Kasus dugaan ketidakprofesionalan Mantan Kapolsek Genuk Semarang, Kompol Hendrawan terkait penangkapan kasus dugaan tindak pidana penggelapan yang menjerat, Erlina Iswahyuni segera memasuki tahap sidang etik. Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah (Jateng) sedang melengkapi keterangan penyidik yang menangani kasus penggelapan tersebut.

“Sudah dipanggil penyidiknya sedang diperiksa beberapa dibidang provesi. Terus penyidik di Polsek akan segera disidang,” kata kuasa hukum Erlina, Bina Impola Sitohang,SH saat dihubungi waratwan, Rabu (21/6).

Bina berharap pihak Propam segera mengungkap adanya ketidakprofesionalan dalam perkara yang menimpa kliennya. Dia melihat banyak kejanggalan proses hukum dikepolisian yang dialami kliennya.
Kejanggalan tersebut antara lain, kliennya dua kali penangkapan pada 30 November 2016 dan 2 Desember 2016. Erlina juga dipaksa menandatangai berita acara pemeriksaan sebagai saksi dan berita acara sebagai tersangka pada 1 Desember 2016.

“Bahkan saat kliennya dibebaskan tidak ada berita acara untuk pengeluaran. Erlina ini kan bukan penjahat, bukan kriminal atau teroris,” tambahnya.

Kejanggalan lainnya adalah alat bukti Bilyet Giro (BG) untuk membayar tagihan vendor yang digunakan penyidik untuk menjerat terdakwa. Padahal terdakwa tidak memiliki kewenangan untuk menandatangni BG.

“BG tersebut bukan kewenangam kliennya. Saksi Wawan dan Nany punya kewenangan. Bahkan saksi korban Komisaris PT Majati Furniture Joe Revivo dan Direktur Utama PT Majati Furniture Glen Revivo tidak pernah diperiksa,”

Bina juga menyesalkan kejanggalan tersebut tidak ditemukan oleh pihak jaksa yang menindaklanjuti perkara tersebut. Seharusnya jaksa teliti dalam memeriksa kasus tersebut Karena rekening koran PT Majati Furniture tidak disertakan dalam persidangan.

Sebelumnya Erlina dituduh menggelapkan uang saat dia menjadi Manajer Keuangan PT Majati Furniture sebesar Rp 23,5 juta. Polsek Genuk menangkap Erlina dan menjeratnya dengan Pasal 374 dan 372 tentang penggelapan dalam pekerjaan.(MJ-303)