Tim gabungan saat mengevakuasi korban tewas longsor di Banyumanik, Kota Semarang. Foto: Dok Basarnas

SEMARANG, Mediajateng.net – Dicari di bawah puing longsor, Sri Murtini wanita korban bencana tanah longsor dan banjir di Kota Semarang, ditemukan di aliran sungai sejauh 10 kilometer, Selasa (12/2).

Sri Murtini (45) warga RT 06/07 Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang yang juga pemilik salon yang tersapu longsor akhirnya berhasil ditemukan pukul 10.10 WIB. Korban ditemukan, setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian mulai dari bawah longsoran maupun dengan menyisir aliran sungai.

Kepala Basarnas Jateng Aris Sofingi mengungkapkan upaya pencarian dilakukan Basarnas Jateng dan tim SAR gabungan diantaranya BPBD, Pemadam, Polsek, Koramil, PMI, SARDA, Buser, Ubaloka korban berhasil di temukan ke arah Utara jarak dari TKP kurang lebih 10 Kilometer.

“Setelah korban berhasil dievakuasi selanjutnya korban di bawa ke rumah duka, dan tim SAR gabungan kembali ke satuannya masing- masing ,” kata Aris.

Sri Murtini (45) warga RT 06/07 kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang yang juga pemilik salon yang tersapu longsor akhirnya pukul 10.10 WIB berhasil di temukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya Senin (11/02) Kecamatan Banyumanik di guyur hujan deras mengakibatkan aliran sungai Pudakpayung meluap, luapan air menggerus tanah di bantaran Sungai yang mengakibatkan satu orang tertimbun tanah longsor.

“Jadi sekitar Pukul 14.30 WIB terjadi bencana tanah Longsor yang menimpa kios salon bernama ‘TIN’ di dalam Rumah ada penghuninya di duga korban tertimbun tanah longsor maupun terbawa arus sungai Pudakpayung,” ungkap Aris.

Setelah upaya pencarian Basarnas Jateng dan tim SAR gabungan diantaranya BPBD, Pemadam, Polsek, Koramil, PMI, SARDA, Buser, Ubaloka korban berhasil ditemukan ke arah Utara dengan jarak dari lokasilongsor kurang lebih 10 Kilometer.

“Setelah korban berhasil dievakuasi selanjutnya korban di bawa ke rumah duka, dan tim SAR gabungan kembali ke satuannya masing- masing,” tutup Jefri.505/mj