Semarang, mediajateng.net- Setiap tahun masyarakat menjalankan rutinitas mudik di hari raya Lebaran Idul Fitri, maka sudah menjadi hal yang biasa apabila menemukan titik ketersedatan di jalur pantura.

Sudah menjadi tradisi pula ketika setiap tahun, pemerintah jawa tengah selalu mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan. Melihat hal demikian, Rabu (16/5/18) kepada Mediajateng.net pakar transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijawarno mengaku mendorong pemerintah untuk merubah pola strategi kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran nantinya.

“Jangan semua pemudik diarahkan untuk masuk ke jalan tol. Karena tidak dapat dihindari, pasti seluruh jalur wilayah Pantura akan terjadi penumpukan kendaraan bermotor dan roda empat. Terutama di jalur Pantura selatan. Strategi yang sudah harus digunakan adalah lebih mengarahkan pemudik menggunakan jalur laut. Baru 10 persen saja, pemudik sudah menggunakan moda transportasi kapal.” demikian kata Djoko Setijawarno dalam diskusi Prime Topic, mengangkat tema “Mudik, Jalan Layak dan Lancar, hari Senin ( 14/5) di Hotel Quest Semarang.

Menyangkut kesiapan infrastruktur jalan bagi pemudik, Kepala Dinas Bina Marga Pekerjaan Umum dan Ciptakarya Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono memastikan jalan nasional, pantura, maupun jalan tol, dalam kondisi siap , maksimal H -10 sebelum arus mudik nantinya. Meski saat ini masih ada 33 titik di wilayah jawa tengah yang masih dalam perbaikan.

“Seperti Pati Sukolilo, Randudongkal, Wiradesa Kajen, masih dalam perbaikan.Namun kami optimis dengan perbaikan jalan sepanjang 40 km ini, tidak akan mengganggu perjalanan pemudik nanti.” tegas Hanung.(edo-mj)