SEMARANG, mediajateng.net, – Arnaz Agung Andrarasmara terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang periode 2019-2023. Demikian salah satu hasil Musyawarah Olahraga Kota Semarang KONI 2019 berlangsung di Gedung Moch. Ikhsan Lantai 8, Kompleks Balaikota Jalan Pemuda, Kota Semarang, Sabtu (27/4).

“Alhamdulillah terpilih secara aklamasi,” ungkap Arnaz dengan lega usai acara.
Untuk selanjutnya, setelah terpilih pihaknya segera menyusun kepengurusan dan mentabulasi berbagai persoalan yang ada. Pihaknya diberi waktu satu bulan untuk melaksanakan tugas tersebut.

“Pekerjaan Rumah (PR) dan permasalahan di KONI ini banyak. Soal kepengurusan selama dua minggu kepengurusan bisa saya akomodir dan segera dilantik. Kepengurusan di periode sebelumnya sudah baik dan kapabilitasnya tidak perlu diragukan, saya tidak akan meninggalkan orang lama KONI, yang masih bagus tak pakai,” katanya.

Pria yang juga Ketua KADIN Kota Semarang ini menjelaskan, banyak tantangan yang harus dihadapinya sebagai Ketua, diantaranya persiapan menghadapi event PON 2020 di Papua serta event-event olahraga internasional lainnya.

“Ini PR saya yang pertama dan nanti saya bersama tim formatur menyusun dan menyelesaikan soal kepengurusan,” terangnya.

Arnaz berpikir, untuk menghadapi berbagai event olahraga baik nasional maupun internasional, dirinya akan membuat program pemusatan latihan. Sehingga, diperlukan adanya Sports Center.

“Kita tidak bisa berbicara olahraga berprestasi jika kita tidak mempunyai sport center,” tandasnya.

Arnaz juga menyatakan, dirinya akan membuat lembaga olahraga ini menjadi lembaga yang lebih profesional seperti manajemen yang bagus, komunikasi internal ditingkatkan dan juga soal tertib administrasi.

Tentang pendanaan, Arnaz meyakinkan selain dari dana hibah Pemkot Semarang, KONI akan membuat program orang tua asuh kepada para atlet, khususnya di cabor unggulan yang sering mendulang emas dari prestasinya.

“Kalau kita sudah membuat organisasi KONI profesional dan atlet-atletnya berprestasi, saya yakin program orang tua asuh yang melibatkan pengusaha atau perusahaan luar KONI akan bisa berjalan, seperti yang sudah saya lakukan di cabor Persani dibawah pimpinan saya selama ini,” ujarnya.

Termasuk, dalam pengelolaan anggaran, Arnaz yang juga merupakan Ketua Baznas Kota Semarang ini menambahkan akan memberlakukan penggunaan anggaran secara non tunai, berdasarkan per kegiatan dan per event dari berbagai cabor.

“Harus transparan dan terbuka dalam penggunaan anggaran sebagai organisasi yang betul-betul profesional untuk mencetak atlet-atlet yang berprestasi,” pungkas Arnaz.(ot/mj)