Semarang-mediajateng.net

PT Jaya Perkasa Investama yang menaungi Hotal Oak Tree di Jalan Papandayan Semarang terancam kehilangan 18 kondominium akibat terjadinya praktik Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang diduga “ilegal”.

Dari keterangan Kuasa hukum PT Jaya Perkasa Investama, Henry Indraguna di Semarang, Selasa, (16/5) mengatakan, kliennya sudah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Semarang terhadap PT Merdeka Graha Indo serta 7 orang yang terkait dengan adanya dugaan perjanjian jual beli bermasalah itu.

“Gugatan sudah masuk di Pengadilan dan saat ini sudah tahap mediasi,” kata Henry Selasa (16/5) sore

Henry menyebut PT Merdeka Graha Indo merupakan rekan bisnis PT Jaya Perkasa Investama yang bertugas memasarkan kondominium yang berada di komplek Hotel Oak Tree Semarang itu.

Menurut dia, permasalahan hukum ini bermula ketika Direktur Utama PT Merdeka Graha Indo Eddy Soesanto (alm) beserta Istri serta bersama tujuh orang rekannya yang turut digugat dalam perkara ini bermain Investasi berupa saham

7 orang rekan Eddy yang masing-masing diketahui bernama Soeiryani Winoto, Santoso Cipto Widjojo, Eko Artiningsih Hartono, Lili Puspita Wibowo, Santoso Soegiarto, Deddi Santoso, dan Hoki Gunarto, bermain saham melalui Korina Widiasari, yang tidak lain istri Eddy. Dalam perjalanan waktu, lanjut Henry, permainan saham ketujuh orang tersebut kalah dan merugi.

“Entah bagaimana ceritanya kemudian saudara Eddy ini dikejar-kejar ketujuh orang itu untuk mengembalikan uang diinvestasikan,” uajrnya

Lanjut Henry, tiba tiba klienya kaget lantaran tiba-tiba muncul perjanjian pengikatan jual beli sejumlah kondominium milik Oak Tree yang klaim sudah dibeli oleh ketujuh orang tersebut. Padahal, kata dia, Eddy sebagai Direktur PT Merdeka Graha Indo tidak berwenang menjual kondominium karena bukanlah pemilik.

Atas adanya perjanjian jual beli yang diduga ilegal, ketujuh orang teman Eddy Soesanto ini bahkan menuntut penyerahan kondominium yang dimaksud.

“Padahal perjanjian jual beli tersebut tidak halal. PT Jaya Perkasa Investama sebagai pemilik Oak Tree tidak pernah mengetahui terjadinya jual beli,” imbuh Henry.

Atas peristiwa tersebut, Jaya Perkasa Investama menggugat PT Merdeka Graha Indo dan tujuh orang yang terkait dengan perjanjian jual beli ilegal itu ke PN Semarang. Dalam gugatannya, Jaya Perkasa Investama meminta pengadilan membatalkan perjanjian pengikatan jual beli 18 kondominium tersebut karena melanggar peraturan perundang-undangan. Selain itu PT Jaya Perkasa Investama juga menuntut ganti rugi sebesar Rp 130 miliar untuk kerugian materiil dan imateriil.

“Kita mengutamakan perdamaian melalui mediasi. Kami hanya meminta perjanjian jual beli itu dibatalkan. Besok Jum’at Rencanya akan kami laporkan secara Pidana ke Mabes Polri,” tegas Henru

Ia menambahkan Eddy Soesanto sendiri diketahui telah meninggal dunia beberapa waktu lalu, Namun tanggung jawab atas perkara itu bisa dilimpahkan kepada istrinya yang diduga juga turut terlibat.

Teepisah kuasa hukum PT Merdeka Graha Indo Wilson Colling mengakui adanya gugatan terhadap kliennya tersebut. Dalam perkara, menurut dia, perbuatan melawan yang terjadi dilakukan oleh Direktur Utama PT Merdeka Graha Indo.

“Perusahaan dalam hal ini Komisaris tidak tahu kebijakan yang dilakukan Saudara Eddy tersebut,” ujar Wilson

Dalam perkara ini, Merdeka Graha Indo juga merasa dirugikan dan telah melapor ke Mabes Polri untuk kasus Pemalsuan dokumen bagi ke 7 teman bisnis Edy.

” untuk Edi dan Istrinya kami laporkan dalam kasus penipuan dan penggelapan,” Pungkasnya