Semarang – mediajateng.net

Seorang anggota Satuan Brigade Mobile ( Brimob) Polda Jawa Tengah berinisial EPS, (32) mendekam didalam sel Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Mapolrestabes Semarang. Pasalnya, laki-laki berpangkat Bripka ini diduga melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor). Ironisnya motor yang ia curi adalah milik rekanya sendiri.

Informasi yang dihimpun, dalam kasus ini,sepeda motor yang diduga dicuri oleh EPS tak lain milik rekannya bernama TR (23), berpangkat Briptu, warga asal Desa Tempuran Demak.

Peristiwa ini bermula saat anggota Brimob bernama TR mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio Bernopol K 3951 MS menuju stasiun kereta api didaerah Semarang Utara hendak ke Jakarta untuk Backup Polda Metro Jaya

Namun sesaat perjalanan dari rumahnya, tiba-tiba roda motor yang dikendarainya mengalami masalah. Demi memburu waktu, TR kemudian berinisiatif menitipkan motornya tersebut di tempatnya ESP yang berlokasi di Simongan Semarang Barat.

Seusai menitipkan sepeda motornya, TR kemudian bergegas melanjutkan tujuanya untuk bertugas di Jakarta. Namun, setelah tugas selesai dan kembali ke Semarang, TR tidak lagi mendapati sepeda motor kesayanganya yang dititipkan ditempat ESP.

Merasa dirugikan, kemudian TR mendatangi Mapolrestabes Semarang dan melaporkan kejadian tersebut di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna tidak menampik adanya kejadian tersebut. Bahkan, pihaknya juga telah melakukan pengecekan adanya dugaan kasus ini.

“Iya inisial EPS, dilaporkan tanggal 9 November dan mulai ditahan disini tanggal 17 November 2017,” ungkapnya saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Rabu (13/12) kemarin.

Saat ini, EPS masih berada didalam ruang sel tahanan Sat Tahti Mapolrestabes Semarang. Sedangkan penangkapan terhadap EPS, Suwarna mengatakan bahwa Polrestabes menerima penyerahan tersangka dari kesatuanya.

“Yang menangkap kurang tahu, itu diserahkan kesini oleh kesatuanya,” katanya.

Pada kasus tersebut, EPS diancam dengan pasal 362 KUHP. Saat ini kasus hukum yang dilakukan EPS masih terus di proses penyidik Polrestabes Semarang.

“Ya masuknya (kasus) pencurian. Kalau yang nangani Resmob (Polrestabes Semarang), proses hukumnya masih berlangsung,” pungkasnya. (MJ-303)