SEMARANG, Mediajateng.net – Pekerjaan jalan untuk kebutuhan arus mudik lebaran akan dihentikan pada H-7 lebaran. Sampai saat ini persiapan sejumlah jalur mudik di sejumlah wilayah di Indonesia sudah 90 persen siap.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Muljono menegaskan bahwa pengerjaan mulai dikebut sejak H-30 lebaran lalu. “Secara umum siap sudah 90 persen. Karena sejak H-30 lalu saya sudah tugaskan tim untuk cek jalur mudik di sejumlah wilayah, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,” kata Basuki ketika meninjau jalur rob di Semarang, Minggu (19/6).
Basuki menjelaska, bahwa sejumlah kesiapan infrastruktur, khususnya di wilayah Jawa masih menjadi pusat saat kegiatan mudik nanti. Utamanya dengan diresmikannya tol Pejagan-Pemalang oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu lalu. “Kesiapan ini juga terkait pembayaran tol yang diintegrasikan dari 7 pintu menjadi 3 pintu. Ini akan sangat membantu. Dan dua tahun lagi tol enggak ada pintu lagi tol, karena dengan elektronik semuanya. Itu yang sampai Brebes Timur,” beber dia.
Kesiapan lain, seperti di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan dengan selesainya pengerjaan jalur Lingkar Sumpiuh di Banyumas. Pada arus mudik tahun sebelumnya, ruas jalan yang dilewati dua perlintasan kereta ini selalu terjadi kemacetan parah, tahun ini dipastikan akan sangat lancar. “Lingkar Sumpiuh ini segera diresmikan pak Gubernur. Jadi kita jamin tidak ada kemacetan lagi,” imbuh Basuki.
Selain itu, Basuki juga mengatakan bahwa pembangunan jembatan Sipait di jalur Pantura Pekalongan ditargetkan bisa dilewati pemudik pada H-6 lebaran nanti. Meskipun pekerjaan belum sepenuhnya mencapai 100 persen.
Perlu diketahui, di wilayah ini, jembatan Sipait yang ke arah Semarang dalam proses pembangunan, sehingga hanya ada jembatan darurat baily dan satu jembatan utama. Hal ini tentu penting untuk diwaspadai para pemudik karena kendaaran dipastikan terhambat cukup parah, baik melalui jalan utama maupun alternatif. “Kita sedang kejar pengerjaannya, mudah-mudahan H-6 sudah bisa dilewati. Kalau H-6 belum jadi ada darurat, kita pasang baily di situ,” katanya.
Sementara untuk mengurai kemacetan di exit tol Semarang-Solo, tepatnya di pintu tol Bawen, Basuki menyebut, pemberlakuan tol sementara Bawen-Salatiga sebagai solusinya. Meski pekerjaan tol ini masih belum 100 persen, akan tetapi dipersiapkan untuk dapat dilewati pemudik nantinya. (MJ-047)

Comments are closed.