SEMARANG, mediajateng.net, – Rambut jagung memiliki potensi sebagai alternatif pangan fungsional yang bisa mengobati penyakit kolesterol karena mengandung senyawa bioaktif dan antioksidan alami yang tinggi.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (USM) Ir. Haslina, MSi usai mempertahankan disertasinya pada ujian terbuka promosi doktor program pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Kamis (31/1).

Menurutnya, selama ini rambut jagung hanya dibuang dan menjadi limbah padahal kandungan dalam rambut jagung memiliki potensi sebagai alternatif pangan fungsional yang bisa mengobati penyakit kolesterol karena mengandung senyawa bioaktif dan antioksidan alami yang tinggi.

Dalam penelitian ini, Haslina meneliti varietas jagung lokal yaitu varietas bisma, arjuna , dan srikandi putih.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambut jagung segar varietas bisma memiliki kandungan kimia dan fitokimia yang tertinggi dengan kadar lemak dan protein masing- masing sebesar 0,45% dan 22,29 %, “ ungkap Haslina.

Menurutnya, diharapkan dari varietas lokal rambut jagung ini bisa dikembangkan sebagai sumber gizi dan komponen bioaktif untuk mengkonversi limbah rambut jagung menjadi produk yang memiliki nilai tambah seperti dibuat minuman, teh celup, produk kosmetik dan lain- lain.

“Penelitian ini menggunakan tikus jantan sebagai media uji coba dan dari hasil ekstrak rambut jagung ini berhasil menurunkan kadar kolesterol total sebesar 33,68% dan penurunan trigliserida sebesar 35,39 %,” tambahnya menjelaskan.

Seperti diketahui, disertasi dengan judul “ Potensi rambut jagung ( corn silk) sebagai alternatif pangan fungsional anti hiperkolesterolemia” dipaparkan Haslina dihadapan 8 tim penguji yaitu Prof Dr M Furqon Hidayatullah MPd selaku ketua dan Dr Ir Supriyadi MS selaku sekretaris.

Selain itu bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Bambang Pujiasnanto MS serta Prof Dr Ir V Priyo Bintoro MAgr dan Danar Praseptiaangga MSc PhD sebagai co promotor. Ditambahkan Prof Dr Samanhudi SP MSi, Ir Lilik Retna Kartikasari MP MAgr Sc PhD dan Prof Dr Ir Anang M Legowo MSc masing- masing sebagai penguji.

Dekan FTP USM ini meraih gelar doktor dan meraih IPK 3,94 dengan predikat cumlaude serta menempuh studi selama 3,5 tahun.

Wakil Rektor I USM Prof Dr Hardani Widiastuti MPsi mengaku bangga atas diraihnya gelar doktor dekan Haslina.

“Kami bangga atas diraihnya gelar doktor ini sehingga menambah jumlah doktor di USM, saat ini USM memiliki 30 doktor dan 6 guru besar” ungkap Hardani.

Hardani juga berharap dengan bertambahnya doktor bidang teknologi pertanian ini bisa menambah kualitas SDM di FTP USM sehingga bisa berpeluang untuk membuka program S 2 teknologi pangan. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof H Abdullah Kelib SH serta para dekan dan tamu undangan lain. (ot/mj)