Semarang – mediajateng.net

Petugas unit Resmob Polrestabes Semarang berhasil menangkap 3 orang pelaku pencurian uang di 10 lokasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) wilayah kota Semarang dan Demak. Dua pelaku yang merupakan teknisi PT Advantag ini berhasil membawa kabur uang tunai senilai Rp.1,4 milyar dengan cara merusak segel mesin tersebut

Tiga orang pelaku yang dibekuk ini masing masing Bagus Adi Pratama (20) warga Bojonegoro, Ali Fatoni warga Semarang dan Anik Evayanti warga Karanduren, Kabupaten Semarang. Bagus ditangkap dslam pelaeianya di Jalan Raya Letjen Alamsyah Prawira Negara Musi II, Palembang, pada Jumat (20/10) sekitar pukul 15.30. Sedangkan sebelumnya petugas Resmib terlebih dahulu menangkap Ali Fatoni dan Anik di rumahnya masing-masing

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji mengatakan bahwa pencurian uang senila Rp 1,4 milyar ini diotaki oleh Bagus Adi Pratama sedangkan kedua pelaku lain turut membantu Bagus selama menjalankan aksinya.

“Otaknya Bagus, Ali Fatoni membantu mendapatkan kode akses mesin ATM sedangkan Anik membantu menghitung dan menikmati hasil uang curian tersebut,” ungkap Abioso dalam press rilis Selasa (24/10).

Abios menambahkan hasil pemeriksaan, uang Rp 1,4 milyar diambil dari sepuluh kali di mesin ATM Maybank Indonesia, CIMB Niaga, BNI yang berada di wilayah hukum Pollrestabes dan Polres Demak.
“Ini uang milik beberapa bank yang menggunakan jasa perusahan tersebut untuk mengisi dan merawat mesin ATM. Ada sepuluh mesin ATM yang menjadi sasaran, Enam mesin ATM Maybank, dua mesin ATM CIMB Niaga yang berada di Semarang dan dua lainnya di mesin ATM BNI yang berada di Mranggen, Demak. Itu dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini,” imbuhnya

Adapun, untuk mengelabui petugas kalau ada razia di jalan, uang hasil kejahatan tersebut dimasukkan ke dalam kotak speaker yang berada di dalam mobilnya.
“Uang sengaja saya masukan ke dalam kotak speaker, itu supaya tidak ketahuan kalau saja ada operasi di jalan,” jelasnya.

Setelah itu dia kemudian menuju ke rumah Anik untuk menghitung uang itu hingga akhirnya kabur ke Palembang bersama Anik.

“Sampai di Palembang sebagain uang saya belikan mobil Yaris,” jelasnya. Sementara itu Anik mengaku, hanya membantu Bagus menghitung uang tersebut.

“Saya hanya menghitung uang. Saya dikasih imbalan Rp 100 juta dan dibeliin mobil Terios. Itu uangnya sudah habis untuk bayar utang,” ungkapnya.

Adapun, Ali mengaku dari sepuluh aksi yang dilakukan Bagus, dia hanya beberapa kali ikut serta.

“Saya hanya beberapa kali. Saat itu saya diberi Rp 20 juta,” ujarnya.

Selain menangkap 3 pelaku, petugas umit Resmob juga menyita barang bukti berupa 2 mobil dan uang tunai senilai Rp.430 juta, Hingga kini petugas masih melakukan penyidikan dan penelusuran lebih jauh terkait aksi tersebut. (MJ-303)