SEMARANG, Mediajateng.net – Kota Semarang menempati posisi dua tertinggi, di bawa Kabupaten Brebes dalam kasus kematian anak dan ibu melahirkan di Jawa Tengah. Berbagai upaya terus dilakukan guna meminimalisasi kasus tersebut, salah satunya dari gerakan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kota Semarang.
Tahun ini, IIDI telah menyepakati pengurangan angka kematian anak dan ibu melahirkan di Kota Semarang sebagai program utamanya. “Juga karena ini yang menjadi fokus Pemerintah Kota Semarang, maka kami melakukan sinkronisasi program yang dicanangkan Pemkot,” terang Hetty Zein Budi Palarto, Ketua IIDI kota Semarang terpilih periode 2015-2018, dalam Serahterima Ketua Cabang dan Pengesahan Pengurus IIDI kota Semaramg masa bakti 2015-2018, di Aula YPAC Semarang, baru-baru ini.‬
Selain itu, sampai saat ini, IIDI juga masih intens melakukan pembinaan di posyandu sampai panti lansia. Bahkan, binaan posyandu sudah berlangsung selama 10 tahun yang ada di Bandarharjo Semarang. Bersama sekitar 150 anggota aktif IIDI melakukan penyuluhan dan layanan kesehatan di Bandarharjo.‬ ‪”Kami terdiri dari para istri dokter, kegiatan kami adalah medik sosial pada perempuan dan anak sebagai pendamping dan mitra sejajar Ikatan Dokter Indonesia,” tambahnya.‬
Dalam setiap pelaksanaan programnya, IIDI juga berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat dengan cara mengikut sertakannya. “IIDI selalu menggandeng PKK di tiap kelurahan sebagai mitra penyuluhan ditingkat bawah,” kata dia. (MJ-069)

1 KOMENTAR

Comments are closed.