GROBOGAN, Mediajateng.net- Ratusan siswa SDN 4 Purwodadi dikagetkan dengan suara sirene yang semakin mengeras. Beberapa diantaranya mengira suara itu adalah ambulans yang akan mengangkut pasien ke RS terdekat. Namun, begitu terdengar teriakan bencana banjir, mereka yang sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar lalu keluar berhamburan menuju halaman sekolah.

“Banjir… Banjir…” teriak seseorang. Tentu saja banjir itu bukan banjir sungguhan. Melainkan simulasi kegawatdaruratan bencana banjir. Kegiatan simulasi ini diadakan Sabtu (6/10/2018) di sekolah yang berada di jalan Jend. Sudirman tersebut. Kegiatan ini bekerjasama dengan tim Palang Merah Indonesia Kabupaten Grobogan. Kehadiran mereka sebagai pengarah kegiatan simulasi untuk siswa – siswa.

Kepala SDN 4 Purwodadi, Widarti S.Pd mengatakan, munculnya ide ini berawal dari bencana banjir yang akhir-akhir ini terjadi pada lingkungan sekitar serta munculnya genangan air di sekitar sekolah unggulan Kota Purwodadi tersebut.

“Simulasi ini dibuat secara realita dalam kehidupan. Ketika para siswa asyik belajar, mereka dikejutkan dengan suara sirine yang keras dan teriakan banjir. Tampak dari wajah mereka kebingungan menyelematkan diri, barangnya, panik dan ricuh. Oleh karena itu, dibuatlah kegiatan ini yang bermanfaat memberi bekal pada siswa seperti, menyelamatkan diri sendiri, temannya, dan barang seperti dokumen,” ujar Widarti.

Para siswa beserta guru kemudian dievakuasi ke halaman Gedung DPRD Kabupaten Grobogan, yang lokasinya dekat dengan sekolah tersebut. Setelah berada di sana, mereka diberikan pengarahan tindakan yang dilakukan ketika mendapati temannya yang belum berada di tempat evakuasi, pertolongan pada korban luka, dan penanganan pada korban meninggal. (Ag-Mj)