GROBOGAN, Mediajateng.net – Kabar mengenai pemblokiran identitas kendaraan yang sudah tidak diregistrasikan selama dua tahun yang diketahui masyarakat Kabupaten Grobogan melalui media sosial memang benar adanya.

Hal itu dibenarkan langsung Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Panji Gedhe Prabawa. AKP Panji dalam keterangannya mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam tahap sosialisasi.

“Sekarang sedang tahap sosialisasi. Setelah itu akan kami lakukan evaluasi sejauh mana pemahamannya,” ujar AKP Panji, Selasa (18/12/2018).

Hal tersebut, lanjut dia, sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 74 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Menurut dia, dalam UU tersebut telah diatur kendaraan bermotor itu dapat dihapuskan dari registrasi kepolisian apabila itu yang pertama merupakan permintaan pemiliknya.

“Yang dimaksudkan permintaan pemilik adalah karena kendaraan telah mengalami kecelakaan parah sehingga sudah tidak bisa lagi dioperasikan. Selain itu, kendaraan sudah tua dan sudah tidak laik jalan,” ungkap pria asal Magetan, Jawa Timur ini.

Penghapusan registrasi nomor kendaraan, tambahnya, dapat dilakukan jika pemilik kendaraan tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya dua tahun setelah masa berlaku STNK habis.
AKP Panji juga memaparkan pada pasal 74 ayat (3) yang menyebutkan kendaraan bermotor yang dihapus dari daftar registrasi, tidak dapat didaftarkan kembali. (Ag-Mj)