GROBOGAN, Mediajateng.net- Dua tahun, Bupati Grobogan Sri Sumarni menunjukkan mimik wajah sedih saat melihat kondisi bangunan SDN 5 Sembungharjo. Pasalnya, pada waktu itu sekolah dasar yang terletak di Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon tersebut kondisinya tidak layak.

Namun, kesedihan itu tak berlangsung lama. Akhir tahun 2018 lalu, empat ruang kelas yang kondisinya tidak layak selesai renovasi. Kamis (3/1/2019), Bupati meninjau sekaligus meresmikan empat ruang kelas baru SDN 5 Sembungharjo. Rona bahagia terlihat jelas dari wajah orang nomor satu di Kabupaten Grobogan tersebut.

Renovasi bangunan kelas di SDN 5 Sembungharjo ini menggunakan alokasi dana sekitar Rp 400 juta. Sebelumnya, empat kelas tersebut mengalami kerusakan di bagian atap, dinding dan tiang. Kini, terlihat perubahan drastis pada ruangan tersebut dan dinilai layak untuk kegiatan belajar-mengajar.

“Dengan kondisi bangunan seperti ini, maka suasana pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman. Setelah ruang kelas diperbaiki, sarana dan prasarana penunjang lainnya kita minta untuk dilengkapi. Termasuk, kita juga minta dari Dinas Pendidikan untuk membuatk perpustakaan,” ungkap Sri, saat meninjau salah satu ruang kelas.

Dalam kesempatan itu, Sri menjelaskan saat ini masih ada ratusan ruang kelas SD yang kondisinya tidak layak. Kondisi tersebut rusak parah dan perlu segera dilakukan penanganan. Namun, lanjut dia,perbaikan ruang kelas yang rusak tidak dapat dilakukan dengan cepat. Pasalnya, untuk melakukan renovasi bangunan kelas yang rusak tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit.

“Tahun 2018 lalu, anggaran untuk perbaikan ruang kelas rusak sekitar Rp 8 miliar. Di tahun 2019 ini, anggaran perbaikan ruang kelas rusak naik jadi Rp 24 miliar. Secara bertahap, ruang kelas rusak kita perbaiki. Kita prioritaskan dulu untuk ruang kelas yang rusaknya sangat parah,” jelas mantan Ketua DPRD Kabupaten Grobogan.

Sri yang didampingi sejumlah pejabat antara lain, Ka Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Amin Hidayat, Asisten III Setda Grobogan Padmo, Kepala DPUPR Een Endarto, Kabag Umum Supriyanto serta Kabag Humas Setda Grobogan Teguh Harjokusumo dan Muspika Pulokulon ini disambut meriah oleh para guru dan murid SDN 5 Sembungharjo.

Sempat Menjadi Perhatian Gubernur Jateng

Kerusakan parah yang terjadi di ruang kelas SDN 5 Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon ini sempat menjadi perhatian Gubernur Jawa Tengah saat itu, Ganjar Pranowo. Pasalnya, tepat di tahun 2017, seorang wali murid bernama Sundari mengunggah video tentang bangunan sekolah tersebut. Dimana, anak Sundari menjadi murid di sekolah tersebut.

Video ini beredar di dunia maya yang menjadi viral dan buah bibir netizen dan warganet. Video tersebut juga menjadi perhatian Gubernur Ganjar Pranowo.

Pada Oktober 2017, Sri Sumarni langsung mengadakan sidak ke SDN 5 Sembungharjo. Sri melihat langsung kondisi sekolah tersebut memang tidak layak. Terlebih, ruang belajar siswa kelas III dan IV harus diseat dengan papan setinggi 1,5 meter. Sri menangis melihat kondisi tersebut. Terlebih saat melihat keceriaan para siswa yang bersemangat sekolah meski keadaan kelasnya memprihatinkan.

Tak hanya para siswa dan guru SDN 5 Sembungharjo yang senang dengan renovasi empat bangunan kelas di sekolah tersebut. Para wali murid juga ikut tersenyum lega. Perasaan mereka diungkapkan melalui wakil mereka, Sundari.

“Terima kasih atas renovasi ruang kelasnya. Kami merasa senang sekali. Saya juga minta maaf karena sayalah yang pertama mengunggah kondisi ruang kelas yang rusak ke media sosial dan sempat jadi viral dan mendapat tanggapan luas,” kata Sundari.

Ruang kelas di SDN 5 Sembungharjo tersebut ada sekitar enam unit berbentuk. Bangunan berbentuk letter “L” ini terdapat lima ruang kelas dan satu ruangan yang dipergunakan untuk kantor guru. (Ag-Mj)