SEMARANG, Mediajateng.net – Kemacetan horor yang terjadi di Brebes pada mudik tahun ini diprediksi bakal menimpa Pekalongan pada arus mudik lebaran tahun depan. Hal tersebut dengan estimasi ruas tol Brebes Timur­Pemalang sudah bisa beroperasi.
Perkiraan tersebut dengan catatan jika pintu keluar tol ada di Pemalang, dipastikan kendaraan bakal menumpuk di Kota Pekalongan, terlebih Kota Batik tersebut tidak memiliki jalan lingkar. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng, Satriyo Hidayat menuturkan, pemudik tahun depan akan dihalau banyak hambatan. Selain trafic light dan persimpangan yang cukup banyak, pintu perlintasan kereta api akan menjadi kendala besar. Ada dua pintu perlintasan kereta api yang menutup 84 kali dalam satu hari. Praktis, setiap 10­15 menit, bisa tidak bisa, kemacetan jalan harus diurai.
Menyikapi hal tersebut, Satriyo akan menyiapkan jalur alternatif dari Pemalang – Batang. “Kalau sudah sampai Batang, kemacetannya sudah bisa diurai,” ucapnya, kemarin.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menambahkan, untuk menyiasati kemacetan di Kota Pekalongan, jalan alternatif akan mulai dibangun tahun ini. Dia pun tidak segan mengomando Bupati Pemalang, dan Wali Kota Tegal untuk menganggarkan APBD agar jalan tersebut bisa digunakan. Entah dari anggaran perubahan atau APBD 2017. “Pokoknya harus segera dikerjakan. Tahun ini harus mulai agar Juni tahun depan sudah jadi,” tegasnya.
Menurutnya, masih juga dibutuhkannya jalan­jalan ‘tikus’, khususnya di wilayah pantai utara (pantura). Begitu pula jika diperlukan fly over atau rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan akibat perlintasan kereta api. Untuk itu dia meminta agar pemerintah kabupaten/ kota melakukan pendataan permasalahan yang dihadapi dan penanganannya. Mulai dari jalan, jembatan, perlintasan kereta api, dan sebagainya.
Sementara jika tol sudah jadi sampai Batang, lanjutnya, mengurai kemacetan bisa lebih mudah. Hanya saja, jalur exit tol Batang harus lebih disiapkan agar tragedi ‘horor’ Brexit kemarin tidak terulang lagi. (MJ-058)

1 KOMENTAR

Comments are closed.