DEMAK, Mediajateng.net – Di tahun 2018 , sejumlah kasus kejahatan di wilayah hukum Polres Demak, mengalami penurunan. Angka tindak kejahatan yang turun, seperti currat, curras , penganiayaan, pengeroyokan, penipuan serta penggelapan.

Selain itu , kasus pencabulan anak juga turun. Di tahun 2017 ada 17 laporan masuk, pada tahun 2018 ini hanya ada 14 laporan.

Meski terjadi penurunan, pencabulan anak dibawah umur termasuk kasus menonjol dan menjadi perhatian bagi Polres Demak dalam pengungkapan perkaranya.

“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak dan teman dekatnya. Jangan terlalu percaya terhadap orang yang sudah dianggap dekat apalagi yang belum dikenal,” Kapolres Demak, AKBP Arief Bahtiar, saat menyampaikan laporan akhir tahun 2018 , di Mapolres Demak, Senin (31/12/2018).

Sementara itu, meski berhasil mengungkap sejumlah kasus kriminal di Demak, namun masih ada beberapa kasus menonjol yang menjadi perhatian Polres Demak, yakni kasus curanmor , narkoba dan laka lantas.

“Di Demak, curanmor masih tinggi. Tahun 2017, laporan masuk sebanyak 26 , tahun ini ada 36 laporan,” bebernya.

“Pelaku curanmor biasanya menggunakan kunci T, dengan memanfaatkan kelengahan korbannya,” lanjutnya.

Kapolres Bahtiar melanjutkan, Polres Demak kedepan melakukan kegiatan patroli yang dilakukan oleh Sabhara bersama fungsi lainnya.

Kegiatan patroli, dilaksanakan malam hari mulai jam 20.00 sampai subuh menggunakan Blue Light Patrol.

“Nantinya patroli menyasar ke permukiman dan pertokoan untuk antisipasi curanmor,” ujarnya.

“Selain itu, kami juga memyampaikan himbauan kepada warga, baik melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas maupun himbauan dengan spanduk,” tutupnya.