Semarang – mediajateng.net

Ajudan Wakil Walikota Semarang Haris Setyo Yunanto, segera menjalani tuntutan di Pengadilan Negeri Semarang. Hal itu dibenarkan oleh Panitera Pengganti Sidang dalam perkara Nomor 599/Pid.Sus/2017/PN Smg, Tri Susiani di PN Semarang, Rabu (23//8).

Tri Susiani mengatakan, seharusnya tuntutan kepada terdakwa digelar pada hari senin kemarin. Namun, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang belum siap, untuk itu ketua majelis hakim Suparno memutuskan sidang ditunda hingga senin (28/8) mendatang

“Sidang sudah dimulai dua minggu lalu. Jadwal sidang lagi senin (28/8). Agendanya, tuntutan,” terang Tri kepada wartawan.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU Sutardi, Haris diancam pidana Pasal 310 ayat (4) Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sutardi menerangkan bahwa Haris telah menabrak korban Gunadi hingga tewas di Jalan Arteri Soekarno Hatta, Sabtu 20 Mei 2017 silam.

Terdakwa dinilai lalai ketika mengendarai kendaraan bermotor hingga mengakibatkan kecelakaan dengan korban meninggal dunia.

Kejadian bermula saat Haris hendak menuju ke rumahnya di Jalan Lintang Trenggono II/48 Rt.02 Rw.18 Kel.Tlogosari Kulon, Kec.Pedurungan Kota Semarang. Saat itu Haris baru pulang dari rumah temannya di daerah Mangkang. Saat itu, kondisi Haris sedang lelah karena malam sebelumnya, dia ngobrol bersama temannya hingga pukul 04.00 wib.

Saat melintasi jalan Arteri Soekarno Hatta, Haris sesaat tertidur ketika mengendarai motor Yamaha Mio GT warna merah No Pol H-5125-DH hingga menyebabkan motor oleng, lantas menabrak Gunadi yang saat itu sedang berada di trotoar jalan.

Saat kecelakaan ada dua saksi yakni, Argo Prahitno dan Suranto datang untuk menolong. Melihat kondisi korban, kedua saksi kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Ketileng. Akibat kecelakaan tersebut, Gunadi mengalami cidera pada kepala bagian kiri. Setelah dirawat intensif, Gunadi akhirnya meninggal dunia. Karena kejadian tersebut, Haris terancam pidana penjara selama enam tahun.( MJ-303)