SEMARANG, mediajateng.net, – Aparat penegak hukum harus mengusut dan menindak aktor di balik penerbitan dan peredaran barang cetakan berbentuk tabloid yang menyudutkan paslon nomor urut 02. Demikian disampaikan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said, usai memberikan arahan dalam acara Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan dan Desa (Rakorcamdes) Relawan Padi se-Semarang, Sabtu (26/1) di Semarang.

Menurutnya, beredarnya tabloid tersebut merupakan cara-cara primitif dalam pemilu bukan saja menciderai demokrasi, tetapi juga memecah belah masyarakat bawah. Jika tidak dihentikan hal itu membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya sangat menyesalkan masih digunakannya cara-cara primitif dalam berdemokrasi. Ini kan mengusik dan mengancam persatuan dan kesatuan yang selama ini kita rawat dan jaga,” katanya.

Lebih lanjut Sudirman menyatakan, penggunaan cara-cara primitif tidak menguntungkan bagi pendidikan politik masyarakat. Cara itu, katanya, justru membuat demokrasi Indonesia mundur jauh ke belakang.

“Seharusnya level demokrasi sudah jauh lebih baik. Tapi cara-cara yang mengabaikan etika sosial itu merusaknya,” Sudirman menambahkan.

Ditanya pihak yang menerbitkan dan mengedarkan tabloid itu, Sudirman menyatakan tidak mengetahui, dan tidak mau menuduh pihak mana pun sebagai aktor di balik aksi itu.

Sudirman menyebut, bukan hanya Kita (Paslon 02) dirugikan, tapi masyarakat pemilih juga dirugikan dengan adanya tabloid tersebut. Karena itu Sudirman berharap aparat penegak hukum segera mengusut dan menindak peredaran tabloid tersebut.

“Kalau saya amati peredarannya sangat masif, setiap masjid dikirim. Untuk biaya distribusinya saja sangat besar. Jadi ini sangat terencana, terstruktur, dan masif. Dengan pola seperti ini semestinya aparat penegak hukum bisa cepat mengungkap aktor intelektualnya,” papar Sudirman. (ot/mj)