SEMARANG, Mediajateng.net, – Pengelola Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang kembali memberikan kejutan kepada penumpangnya. Hingga 31 Oktober 2019, tarif Rp10 diberlakukan untuk semua penumpang di dua halte yang sudah ditentukan.

Dua halte itu yakni di Balai Kota Semarang dan Simpang Lima Semarang. Hal itu karena di dua tempat tersebut ada vending machine dari gopay. Vanding machine baru itu dipasang kemarin sekaligus pertanda kerjasama satu tahun gopay dengan Pemkot Semarang.

“Kami sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh GoPay selama satu tahun ini untuk mendukung semangat Semarang Hebat serta mewujudkan Semarang smart city,” kata Wali Kota Sematang, Hendrar Prihadi dalam peringatan setahun kolaborasi Gopay dan Trans Semarang, Kamis (26/9).

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Dinas Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan menambahkan pengguna pembayaran tiket nontunai sejak 2017 terus meningkat. Menurutnya setelah dijalin kerjasama dengan gopay September 2018 lalu, peningkatannya makin pesat.

“Jika pada 2017 tercatat pengguna non tunai hanya 0,80 persen (setara 204 ribu penumpang), maka sejak kolaborasi dengan Gopay di bulan September 2018, pengguna transaksi nontunai meningkat hingga 4,94 persen atau (1,3 Juta penumpang). Dan hingga Agustus 2019 tercatat 9,22 persen penumpang BRT Trans Semarang memanfaatkan transaksi cashless atau sebanyak 1,6 Juta penumpang,” jelasnya.

Sementara itu vending machine di halte Balai Kota Jalan Pemuda dan Simpang Lima Semarang juga bisa melayani pembelian tiket nontunai menggunakan kartu e-BRT. (ot/mj)