WONOSOBO- Pemeriksaan Suratman, suami yang nekat membunuh Walimah (40) di komplek pedagang kakilima Kalikajar, dikarenakan masalah pernikahan.

Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Edi Istanto, S.H, menjelaskan, dari pengakuan pelaku saat dimintai keterangan usai menjalani operasi pelaku mengaku marah kepada korban. Dimana, pelaku tega menghabisi korban yang juga mantan istrinya sendiri karena permintaanya tidak dituruti oleh korban.

“Alasan tersangka tega membunuh korban karena marah permintaannya rujuk tidak dituruti. Menurut pengakuannya, pada saat kejadian, merupakan kali kelima dirinya datang ke Kalikajar untuk meminta rujuk. Tapi semuanya ditolak,” kata Kasatreskrim.

Disinggung kronologi perencanaan aksi tersebut, Kasatreskrim mengungkapkan jika memang tersangka sudah mempersiapkannya. “Sebelum melakukan aksinya, dari rumahnya di Rojoimo Wonosobo, pelaku sempat mampir membeli pisau di Pasar Kertek seharga Rp. 10.000,-. Pisau itulah yang kemudian digunakannya untuk menghabisi korban,” ungkap AKP Edi.

Dari hasil pemeriksaan itu, tersangka tetap dijerat dengan Pasal 44 Ayat (3) Undang-undang Ri No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jo Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. “Ancaman hukumannya maksimal adalah hukuman mati,” tutup Kasatreskrim.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Wonosobo langsung mendatangi ruang perawatan setelah mengetahui Kondisi kesehatan pelaku membaik paska menjalani operasi. Petugas, langsung melakukan pemeriksaan terhadap di ruang perawatan pelaku. Mj-505