SEMARANG, Mediajateng.net – Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mendapat penghargaan ‘Gender Champion’. Penghargaan tersebut didapatkan atas apresiasi dari Pemkot Semarang atas komitmen Supriyadi terhadap kesetaraan gender.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi, usai kegiatan rapat koordinasi Bergerak Bersama Mendukung Kampung Tematik Hebat Melalui Sinergitas PKK dan CSR.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Kota Semarang Ny. Krisseptiana, Kepala Bappeda Kota Semarang Dr. Bunyamin, MPd, serta camat dan lurah se-Kota Semarang.

Penghargaan ini diberikan tidak lepas dari kiprah Supriyadi dalam memberdayakan masyarakat, khususnya kaum ibu-ibu lewat berbagai kegiatan. Diantaranya penyuluhan dan pelatihan tentang kerajinan, usaha kecil menengah, koperasi yang disampaikan oleh Supriyadi di sejumlah kelurahan se Kota Semarang.

Saat ditemui usai menerima penghargaan ini, Supriyadi mengatakan, beberapa kali diminta oleh sejumlah OPD di lingkungan Pemkot Semarang untuk memberikan motivasi pada pelatihan yang dilaksanakan oleh Pemkot.

“Saya kira itu kegiatan yang tepat untuk memberdayakan ekonomi warga, khususnya kaum perempuan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta bisa mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan baru sehingga bisa membuka usaha sendiri. Selain pelatihan ketrampilan, para peserta juga dilatih pengelolaan usaha, mengelola keuangan perusahaan hingga memasarkan baik melalui pasar tradisional, pasar modern maupun online.

“DPRD Kota Semarang akan terus memberi dukungan program pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan Kota Semarang yang semakin hebat dan sejahtera,” ujar Supriyadi.

Sementara itu Walikota Semarang Hendrar Prihadi yakin dengan gerak bersama ini Semarang akan maju dengan cepat. Hal itu diamini sejumlah pihak tak hanya pemerintah, pihak swasta dan masyarakat siap berpartisipasi membangun Kota Semarang.

“Namun jika hanya mengandalkan Pemerintah saja tentu Semarang tidak akan lebih baik dari kota lain. Melalui konsep bergerak Bersama membuat melakukan sosialisasi kepada masyarakat kalau hanya masalah saluran mampet tidak usah menunggu APBD, warga bisa melakukan kerjabakti,” ujarnya. (ot/mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.