SEMARANG, Mediajateng.net – Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menyebut kebijakan untuk tidak lagi menggunakan terminal Terboyo sebagai jalur lalu lintas angkutan bus yang masuk ke kota Semarang mulai per 1 Desember, harus ditunda.

Hal tersebut dijabarkan Mas Pri, demikian dia akran disapa, dalam diskusi “Menata Transportasi Kota” di Hotel Semesta, Senin ( 27/11 ).

Supriyadi mempperkirakan akan kembali terjadi kesemrawutan jika kebijakan tersebut tetap diberlakukan per 1 Desember. Akan kembali bermunculan terminal bayangan di luar terminal yang ada.

“Terminal Penggaron harus dipersiapkan secara layak terlebih dahulu. Karena terminal tersebut, kondisinya jelas sangat belum layak untuk menggantikan keberadaaan terminal Terboyo. Mulai dari penempatan jalur jurusan bis dan parkir angkutan barang, termasuk para pelaku pelayanan transportasi di dalamnya. Harus ada sosialisasi secara matang.” tegas Supriyadi.

Menyangkut kesiapan Pemerintah Pusat membangun terminal tipe A di wilayah Sayung Demak, Ketua DPRD Supriyadi kembali menyebut, hal ini masih sebatas wacana. Melihat kondisi yang ada di lapangan juga masih menunjukkan ketidaksiapan infrastruktur.

 “Jangan jadikan terminal baru menjadi masalah baru, seperti halnya yang terjadi di Terminal Mangkang.” tambahnya.

Seperti diketahui Terminal Terboyo di kota Semarang akan ditutup untuk jalur masuk angkutan bus per 1 Desember 2017, seiring dengan perubahan status menjadi terminal tipe C untuk terminal parkir truk dan angkutan barang. Untuk itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M Khadik memberlakukan semua bus angkutan kota dalam provinsi AKDP harus masuk ke Terminal Penggaron, Kecamatan Pedurungan.