SEMARANG, Mediajateng.net – Tujuh tahun merintis penyelesaian penanganan rob dan banjir, akhirnya masyarakat Kemijen, Semarang Timur, dapat merasakan dampak dari dibangunnya sistem polder Banger.

Rintisan tersebut semakin mendekati kenyataan setelah mendapat kunjungan Perdana Menteri Kerajaan Belanda, Mark Rutte, Selasa (22/11). Ikut dalam penyambutan, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan semua komponen baik dari rumah pompa, alat pompa, maupun masyarakat Sima sebagai pelaku sistem polder Banger, telah dalam kondisi siap.

“Rintisan selama tujuh tahun telah mendekati kenyataan, dan warga sekitar Kemijen akan dapat segera terbebas dari persoalan rob dan banjir. Kerjasama ini melibatkan Pemerintah negara Belanda dalam hal supervisi mengenai pengalaman mereka dalam penanganan polder. Kami berterimakasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah negara Belanda yang telah membantu,” demikian kata Hendi.
 
Dengan kerjasama yang telah ditandatangani hari ini, Pemerintah Kota Semarang berharap kerjasama tersebut akan dapat berlanjut ke wilayah genangan banjir lainnya di kota ini. Seperti disebutkan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Kota Semarang masih belum sepenuhnya lepas dari persoalan banjir dan rob, seperti di wilayah timur, Kaligawe. Dengan bantuan Pemerintah Pusat, Hendi berharap persoalan ini akan segera rampung dalam jangka waktu dua tahun ke depan.
Mark Rutte, Perdana Menteri Kerajaan Belanda, sejak pagi tadi mengunjungi sejumlah tempat – tempat bersejarah zaman kolonial Belanda. Kedatangannya adalah untuk membangun kerjasama di bidang penanganan banjir Polder Banger, budaya, dan sektor pariwisata terutama untuk kawasan kota Lama. (MJ-036)

1 KOMENTAR

Comments are closed.