SEMARANG, Mediajateng.net – Sudah merencanakan isian hantaran ke mertua, saudara atau bahkan kolega? Selain hidangan meja, tidak ada salahnya menyertakan barang tahan lama dalam hantaran Anda, batik misalnya.
Agar lebih berkesan dan memiliki nilai manfaat lebih, kita memang harus selektif memilih isian hantaran. Agar bisa dinikmati langsung, hidangan meja memang diperlukan dalam sebuah hantaran. Namun jangan lupa, Idul Fitri merupakan momen luar biasa untuk silaturrahim. Tentu, untuk bepergian kita memerlukan pakaian yang, istilah Jawa-nya kewes.
Selain makanan, kini yang menjadi trend untuk hantaran atau parcel, adalah kain batik. Kain batik dinilai lebih elegan dan prestisius dari pada kain lainnya, keunggulannya pun lebih awet dan tidak memiliki masa kadaluwarsa jika disimpan dalam jangka waktu lama. “Kain batik keunggulannya adalah bisa dipakai pada masa mendatang, dan memiliki kesan yang lebih tinggi serta akan diingat sampai kapanpun,” kata Promo Asmen The Real Margaria Semarang, Maftukhatus Sa’diyah.
Kain warisan budaya nenek moyang ini pun bisa dikreasikan dengan wadah yang kini juga bertransformasi ke bentuk lainnya seperti kerucut, sangkar burung, oval atau bulat yang lebih unik, menarik dan tidak ketinggalan jaman. Penataan yang apik seperti bentuk bunga dan kipas tentu akan lebih menarik. “Hiasan lain berupa mutiara, bunga, pita dan akar wangi pun bisa mempercantik kain batik yang kita kirimkan,” kata dia.
Juga jangan sembarangan memilih batik. Beberapa jenis kain batik yang biasanya digunakan sebagai hantaran meliputi Batik Solo (cenderung warna sogan klasik) dan batik khas pesisiran seperti Pekalongan, Cirebon dan Madura. Batik tersebut didominasi warna- warna cerah dan pastel yang lembut dipandang. “ Produk berupa kain lebih dipilih dari pada busana jadi, karena bisa dikreasikan atau disimpan oleh pemilik dari kain yang telah kita kirimkan,” tambahnya. (MJ-069)
Selain kain batik juga wajib ada produk lain sepabagi pelengkap misalnya tas, kosmetik atau barang pecah belah. Segmentasi pembeli hantaran batik sendiri biasanya dari kalangan menengah keatas ataupun perusahaan. “Kain dengan corak indah memberi tampilan berbeda sekaligus melestarikan kekayaan tradisional, karena saat ini unsur tradisional tidak ditinggalkan begitu saja oleh masyarakat,” tambahnya. (MJ-069)

Comments are closed.