Semarang – mediajateng.net

Petugas Subdit 1 Industri perdagangan dan investasi (Indagsi) Direktorat Resese Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menggerebek sebuah gudang UD Arum Tani di Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu (25/10). Dari penggerebegan itu petugas menyita ratusan ribu botol berisi cairan pestisida jenis Herbisida yang diduga Ilegal.

Penggerebegan gudang di tengah perkampungan ini dipimpin langsung oleh Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Egy Adrian Suez bersama jajaranya. Didalam gudang milik Suparno ini selain ditemukan ratusan ribu botol pestisida juga ditemukan sejumlah peralatan yang diduga untuk memproduksi kembali bahan baku dengan cara dikemas ulang dan dijual diberbagai kota di Jawa Tengah tanpa ijon edar maupun tanpa label.

” Jadi bahan baku pestisida resmi yang dikemas di dalam drum dan didatangkan dari Jakarta, oleh tersangka dikemas ulang menggunakan botol bekas melalui proses produksi yang ilegal lantaran kemasan botol tersebut polos tanpa ada ijin edar maupun tanpa label,” tegas egy saat press rilis dilokasi.

IMG_20171025_124129

Egy menambahkan bahwa dari hasil prnyelidikan dan keterangan Suparno produksi pestisida ini sudah berlangsung dari tahun 1998. Sedangkan tersangka ini menjual pestisida ini seharga Rp.43 ribu /liter, sementara untuk omzetnya per bulan bisa mencapai Rp.300 juta.

” barang ini di jual tidak hanya di Demak saja namun 3 kota lagi yange menjadi sasaran pemasaran pestisida ilegal Ini. cairan pestisida akan kami kirim ke Labfor untuk mengetahui kandungan pestisida pasca diproduksi ulang,” imbuhnya.

Tersangka Suparno ini dijerat dengan pasal 60 ayat (1) hurud g jo pasal 36 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman dan Undang-undang RI No.8 tahun 1999 tentang peelindungan konsumen dengan ancaman pidana paling lsma lima (5) tahun atau denda maksimal senilai Rp.2 milyar . (MJ-303)