SEMARANG, Mediajateng.net, – PT Pegadaian Kanwil XI Semarang mengundang pelatih sepakbola terkenal, Indra Sjafri untuk memberi materi Choaching Clinic dan juga memimpin festival sepak bola di Stadion Kodam IV Diponegoro pada Minggu pagi, (15/9).

Senior Vice President  PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Mulyono mengatakan, Pegadaian ingin memiliki manfaat kepada masyarakat untuk menyiapkan bakat pemain sepak bola dengan bimbingan pelatih top.

” Indra Sjafri akan memberikan tips dalam menyiapkan skill, teknik, hingga mental anak agar siap menjadi pemain top, sementara kami akan memberikan tips untuk menyiapkan masa depan anak dengan berinvestasi tabungan emas,” ujarnya dalam sambutan.

Mulyono menambahkan, pihaknya menargetkan setiap peserta akan menjadi nasabah program tabungan emas Pegadaian.

“Alhamdulilah jumlah peserta untuk saat ini sudah sampai 120 pelatih dan 400 anak yang bergabung dalam coaching clinic dan festival sepak bola ini,” bebernya.

Indra Sjafri dalam paparannya menjelaskan, skill dan pemahaman anak-anak tentang sepakbola harus menjadi perhatian penting. Selain itu kata dia, pembinaan generasi muda juga sangat perlu guna menyiapkan bakat pemain sepak bola sejak dini.

“Tiap pelatih SSB diharapkan punya tips yang jitu seperti bagaimana menangangi anak-anak yang belajar sepakbola dari usia enam hingga 12 tahun,” sarannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah Sepak Bola (SSB) LOWO Kota Semarang M. Rozikin, mendukung program PT Pegadaian Kanwil XI Semarang yang menggelar Choaching Clinic dengan mengundang pelatih sepakbola terkenal, Indra Sjafri. Menurutnya, kegiatan ini bisa memberikan motivasi dan pembinaan bagi pelatih dan anak-anak SSB.

“Kegiatan ini penting sekali. Kami seperti dapat pengetahuan baru dari Indra Sjafri. Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, kami dari pengelola SSB butuh dukungan semangat dan ilmu dari beliau,” katanya saat ditemui disela-sela Choaching Clinic.

Pria yang akrab disapa Bandot itu menambahkan, SSB yang dikelolanya itu tergolong sudah lama eksis di Kota Semarang. Meski berada di daerah pinggiran, banyak anak didiknya yang akhirnya menjadi pemain PSIS Semarang.

“Prestasi kami lumayan banyak, salah satunya Juara 3 turnamen piala Bupati Kudus tahun 2017. Sampai sekarang rutinitas latihan seminggu 3 kali. Ada sekitar 100 anak didik yang terus berlatih,” jelasnya.

Bandot yang juga ketua salah satu ormas di Kota Semarang itu berharap choaching clinic bersama pelatih sepakbola terkenal perlu diadakan lagi sehingga bisa memajukan dunia persepakbolaan di Kota Semarang dan sekitarnya. (ot/mj)