SEMARANG, Mediajateng.net – Tim Pemenangan Pilgub Jateng dari pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin menyerahkan sepenuhnya kepada Panwas Kota Semarang, terkait informasi bahwa Calon Gubernur Sudirman Said hadir dengan mengenakan kaos kampanye dan memberikan sambutan dalam acara pagelaran wayangan pada Jum’at (13/4) di Lapangan Bulutangkis RT.01 RW VIII, Perumahan Sinar Waluyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Komandan Satgas NKRI Hendrar Prihadi mengungkapkan, acara wayangan yang digelar itu setelah ditelisik, ternyata memang benar adanya menggunakan dana APBD.

“Ya harus kita telisik, bahwa penggunaan dana wayangan itu menurut banyak orang bersumber dari APBD. Kita sudah cek di tingkat Kecamatan dan Kelurahan memang begitu,” ungkap Hendi, sapaan akrabnya, Sabtu (21/4/18).

Hendi pun mempertanyakan, mengapa salah satu Cagub Sudirman Said bisa ikut diundang dan menghadiri acara wayangan yang merupakan kegiatan rutin dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang ke 417 tersebut.

“Hanya, saya nggak paham ini, kenapa tokoh di sekitar situ mengundang salah satu calon gubernur,” ujarnya.

Untuk itu, Hendi sebagai kader PDI Perjuangan meminta kepada timses Ganjar-Taj Yasin untuk melakukan upaya konsolidasi dan koordinasi dengan Panwas Kota Semarang terkait dengan kehadiran Sudirman Said di acara gelar wayangan itu.

“Apakah itu diperbolehkan atau tidak, nah ini kawan-kawan saya minta untuk melakukan upaya konsolidasi kepada teman-teman Panwas terkait dengan kegiatan malam hari tersebut,” ungkapnya.

Hendi pun mempercayakan kasus kedatangan Cagub Sudirman Said itu kepada Panwas Kota Semarang, apakah sudah melanggar ketentuan atau tidak.

“Nanti biar teman-teman Panwas yang menilai lebih jauh. Hanya hari ini kami pastikan rekan-rekan tim sukses di Kota Semarang terus berkoordinasi dengan Panwas untuk bisa melihat, apakah itu sebagai bentuk pelanggaran kampanye atau tidak,” terangnya.

Termasuk, Hendi ingin secara jelas mengetahui dari Panwas Kota Semarang apakah ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemkot Semarang terlibat atau tidak.(fajar-mj)