Semarang – mediajateng.net

Peninjauan Setempat (PS) atau sidang lapangan dilakukan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait gugatan pedagang pasar ikan Rejomulyo teehadap Dinas Perdagangan kota Semarang pada Kamis (7/9) malam. Dalam sidanng lapangan Majelis Hakim yang diketuai oleh Dyah Widiastuti ini sempat melakukan uji coba truck saat loading atau bongkar di bangunan baru yang menjadi pokok persoalan pedagang dalam melakukan gugatan.

Dalam uji coba loading atau bongkar muat majelis hakim yang berjumlah 3 orang dan satu panitera ini memerinthkan dua truk untuk parkir di area yang sudah ditentukan. Namun truk yaang menjadi obyek uji coba ini kesulitan saat hendak parkir.

“Ini yang menjadi salah satu materi gugatan kami, tentang ketidak layakan tempat bongkar muat ikan yang membutuhkan lahan yang luas agar proses pengiriman ikan berjalan dengan cepat. Bangunan baru ini khan sempit dibandingkan dengan pasar ikan lama,” ujar Yayak Cahto dan Agus selaku pengacara pedagang pasar ikan Rejomulyo.

IMG_20170908_071452

Kedua pengacara daei LBH Sultan Agung ini juga mempermasalahkan Drainase dan ubin yang tidak sesuai dengan kondosi pasar lama. Disamping luasan loss yang bentuknya memanjang sehingga pedagang akan kesulitan dalam melakukan aktifitas nantinya.

” tadi majelis hakim juga sudah melihat sendiri atau membandingkan bagunan baru dan lama. Kami berharap setelah majelis hakim melihat fakta lapangan, selanjutnta dapat menimbang dan memutuskan gugatan ini dengan seadil adilnya,” tandas Yayak

Peninjauan setempat atau sidang lapangan ini sendiri berangsung kurang lebih 2 jam. Majalis hakim kali pertama meninjau loss ikan asin, ikan basah serta bangunan baru . Sedang Dinas Perdagangan diwakili oleh Kasubag Hukum Pemkot Semarang Kun Widiastuti. Peninjauan Setempat atau sidang lapangan ini juga mendapat penjagaan ketat dari aparat Polsek Semarang Timur. (MJ-303)