Sodomi 5 Anak Bawah Umur, Pria di Blora Diamankan Petugas

0
59
Pelaku sodomi terhadap 5 anak bawah umur berhasil diamankan petugas Polsek Kedungtuban
Pelaku sodomi terhadap 5 anak bawah umur berhasil diamankan petugas Polsek Kedungtuban

BLORA, mediajateng.net – Tim Reskrim Polsek Kedungtuban mengamankan tersangka sodomi. Diketahui, pelaku bernama Sumijan (42) warga Kecamatan Kedungtuban, Blora., ini, berhasil ditangkap petugas, Minggu (09/02/2020).

Kelima korban tersebut yakni BG (15), SP (16), V (9), ASS (15) dan SAS (15). Dari kelima korban, BG merupakan korban selama 2013-2014. Saat itu, BG masih duduk di kelas 5-6 SD.

Kapolsek Kedungtuban, Iptu Suharto, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan, tim Unit Reskrim Polsek Kedungtuban telah mengamankan pelaku berkat laporan salah satu orangtua korban.

“Ya, benar, berkat laporan salah satu orangtua korban, kami berhasil mengamankan pelaku pencabulan dibawah umur, saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” ucap Iptu Suharto.

Menurut Iptu Sunarto, pelaku telah melakukan perbuatan seks menyimpang sejak tahun 2014. Dalam pengakuannya, lima dari korban tersebut mayoritas di bawah umur. Korban pertama masih ada hubungan saudara dengannya. Kini, korban pertama sudah remaja dan duduk di bangku kelas XI sebuah SMK di Blora.

Pelaku melakukan aksinya kali pertama saat ia bertandang di rumah korban BG. Karena masih terikat hubungan saudara, orang tua BG tak curiga saat pelaku tidur bersama dengan anaknya.

Saat tidur, pelaku memasukkan alat vitalnya ke dalam anus korban sebanyak sepuluh kali. Hal tersebut juga terulang saat melakukan perbuatan serupa dengan SP (16).

SP juga diperlakukan pelaku saat masih duduk di kelas 5 SD. Ia memulai aksinya dengan cara menciumi bibir dan meraba alat kelamin korban.

Tak hanya itu, korban V (9), ASS (15) dan SAS (15) juga disodomi pelaku. Untuk korban ASS dan SAS, pelaku melakukannya sebanyak dua kali.

Lebih lanjut, Iptu Sunarto mengatakan, pelaku melakukan tindakan tak wajar tersebut akibat keseringan menonton film porno jenis homoseksual.

Atas perbuatanya itu, pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatanya meringkuk di rumah tahanan polsek Kedungtuban.

“Pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat 1 Undang-Undang RI No. 23 tahun 2002, tentang Perlindungan anak dan atau Pasal 292 jo Pasal 65 KUHP,” jelas Suharto.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti sebuah kaos panjang warna orange ada tulisan, sebuah celana pendek warna biru bertuliskan Diadora, sebuah celana dalam warna biru, dan sebuah kaos warna abu abu.

Selain itu, polisi juga mengamankan sarung bantal warna putih yang dipakai pelaku untuk membersihkan sperma usai melakukan perilaku seks menyimpang. (Ag-MJ)